Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Ekosistem Balap Indonesia Makin Matang

Kejurnas Balap Motor: Pebalap nasional di sesi kualifikasi Kejurnas balap motor Mandalika Racing Series 2023, di Pertamina Mandalika International Street Circui, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (4/3/2023).(Foto:ANTARA/Ahmad Subaidi).

Jakarta, Mediautama.news – Munculnya pembalap Indonesia yang mampu bersaing hingga level dunia dinilai menjadi bukti bahwa ekosistem pembinaan motorsport nasional semakin matang.

Hal ini ditegaskan CEO Pride Promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra, Sabtu (28/3/2026).

Pernyataan tersebut menguat seiring capaian terbaru pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang berhasil mencatatkan sejarah sebagai pembalap Tanah Air pertama yang meraih podium pada ajang Moto3 Grand Prix Brasil akhir pekan lalu.

“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia merupakan hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Mulai dari pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran regulator seperti IMI, dukungan sponsor, hingga pembangunan infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy dalam keterangan resmi, mengutip Antara.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun fondasi motorsport nasional. Ekosistem tersebut mencakup pembinaan berjenjang sejak usia dini, penyelenggaraan kejuaraan nasional yang konsisten, regulasi dan pengawasan dari Ikatan Motor Indonesia, serta dukungan sponsor dan industri.

Selain itu, kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit sebagai sirkuit berstandar internasional juga menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan motorsport Indonesia ke level global.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pembalap Indonesia berhasil menembus ajang internasional. Di antaranya Mario Aji yang tampil di Moto2, serta Aldi Satya Mahendra yang sukses meraih gelar juara dunia World Supersport300.

Eddy menjelaskan, ekosistem motorsport nasional saat ini ditopang oleh sejumlah elemen utama. Mulai dari dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan pembinaan atlet, peran IMI sebagai regulator, hingga kejuaraan nasional seperti Mandalika Racing Series yang menjadi wadah kompetisi bagi pembalap muda.

Selain itu, keberadaan tim balap profesional, akademi balap untuk pelatihan teknis dan mental, serta pembinaan dari pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha turut memperkuat rantai pembinaan.

Tak kalah penting, dukungan sponsor dan industri juga menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan karier pembalap, mengingat tingginya biaya yang dibutuhkan dalam dunia balap.

Dengan kolaborasi yang semakin solid, Eddy optimistis ekosistem motorsport Indonesia akan terus melahirkan pembalap-pembalap berprestasi di kancah internasional.(r)

Editor: Edward