Nunukan, Mediautama.news – Kunjungan warga negara Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melonjak pasca menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap rupiah.
Kantor Imigrasi Nunukan mencatat jumlah kedatangan WNA Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka meningkat lebih dari dua kali lipat pada Mei 2026.
Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Nunukan, Donly Siahaan, melansir kompas.com mengatakan, kedatangan WNA Malaysia naik dari 1.007 orang pada April 2026 menjadi 2.286 orang pada Mei 2026. Peningkatan ini terjadi seiring menguatnya nilai tukar Ringgit yang mencapai sekitar Rp4.500 per RM1.
Menurut Donly, kunjungan warga Malaysia masih didominasi untuk keperluan keluarga, berlibur, dan berbelanja. Selain faktor ekonomi, hubungan sosial dan aktivitas perdagangan tradisional antara masyarakat Nunukan dan Malaysia juga masih terjalin erat.
Di sisi lain, penguatan Ringgit turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok asal Malaysia yang banyak beredar di Nunukan. Harga gula pasir Malaysia naik dari Rp15.000 menjadi Rp17.000 per kilogram, sementara minyak goreng meningkat dari Rp17.000 menjadi sekitar Rp21.000 hingga Rp22.000 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada tabung LPG Malaysia ukuran 14 kilogram yang kini mencapai Rp260.000 per tabung dari sebelumnya Rp230.000. Sementara beras medium kemasan 10 kilogram naik menjadi sekitar Rp130.000 per karung dari sebelumnya Rp110.000 hingga Rp120.000.
Meski kunjungan warga Malaysia meningkat signifikan, mobilitas warga Indonesia menuju Tawau, Malaysia, masih relatif stabil. Data Imigrasi Nunukan menunjukkan jumlah keberangkatan WNI selama lima bulan pertama 2026 berkisar antara 5.000 hingga 6.900 orang per bulan dan masih dalam kategori normal.(r)
Editor: Edward






