Jakarta, Mediautama.news – Sebuah helikopter serang Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) jatuh di kawasan dekat Selat Hormuz, Senin (8/6/2026). Meski insiden terjadi di jalur pelayaran strategis yang diawasi Iran, kedua pilot dilaporkan selamat.
Presiden AS, Donald Trump, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan tersebut. Menurutnya, kedua pilot berhasil selamat dan saat ini dalam kondisi baik.
“Para pilot baik-baik saja. Tidak ada yang terluka. Kami akan mengeluarkan laporan besok,” kata Trump kepada wartawan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, Senin (8/9/2026) malam waktu setempat, seperti dikutip The Associated Press dan melansir CNBC Indonesia.
Pemerintah AS belum merinci penyebab jatuhnya helikopter maupun lokasi pasti insiden. Otoritas terkait disebut tengah melakukan investigasi dan akan menyampaikan laporan resmi dalam waktu dekat.
Insiden ini menarik perhatian karena terjadi di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia yang selama ini menjadi kawasan strategis dan sensitif di Timur Tengah.
Media pemerintah Iran turut memberitakan kecelakaan tersebut dengan mengutip laporan media asing. Namun, otoritas Iran tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab maupun kondisi helikopter yang jatuh.
Perang yang pecah sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari telah mengguncang pasar global. Konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi dunia dan berdampak pada meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk pangan.
Meski gencatan senjata sempat dicapai pada April lalu, para pejabat dari pihak-pihak terkait hingga kini belum berhasil mengubahnya menjadi kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik.
Laporan mengenai kecelakaan helikopter Apache itu pertama kali diungkap oleh The New York Times. Media tersebut menyebut helikopter jatuh di sekitar Selat Hormuz dalam kondisi yang belum dapat dijelaskan.
Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dan Departemen Pertahanan AS belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.(r)
Editor: Edward






