DUNIA  

Rusia Peringatkan AS soal Rencana Uji Nuklir: “Kami Akan Bertindak”

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov (Foto:dok/REUTERS)

Istanbul, Mediautama.news – Rusia menegaskan akan “mengambil langkah yang diperlukan” jika Amerika Serikat melanjutkan rencana uji coba senjata nuklirnya.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Kamis (13/11/2025), menanggapi pengumuman Sekretaris Dewan Keamanan Sergey Shoygu yang mengatakan bahwa Rusia tengah mengkaji kemungkinan melakukan uji coba serupa jika AS benar-benar melanjutkannya.

Peskov juga merespons pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang menyebut uji coba terbaru mencakup sistem peluncur, setelah Presiden Donald Trump pada 29 Oktober memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) segera memulai kembali program uji nuklir.

Rubio tidak secara eksplisit memastikan bahwa AS mempertimbangkan untuk melakukan uji nuklir skala penuh.

“Jika kita menganggap ini sebagai konfirmasi bahwa AS menarik diri dari larangan pengujian (nuklir), maka ini menegaskan niat tersebut,” kata Peskov, dilansir dari Antara.

Langkah AS itu, menurutnya, akan mengakhiri moratorium komprehensif yang telah berlaku. “Seperti yang dikatakan presiden kami, dalam hal ini, Rusia akan bertindak secara sesuai,” kata Peskov.

Peskov menilai langkah AS itu akan mengakhiri moratorium komprehensif yang telah berlangsung.

Dia menambahkan bahwa perintah Presiden Vladimir Putin pada 5 November bukan untuk memulai persiapan uji coba, melainkan untuk mengumpulkan informasi dan menilai kelayakan persiapan itu.

Dalam wawancara terpisah dengan RIA Novosti, Shoygu mengatakan lembaga-lembaga Rusia dan para ahli Dewan Keamanan telah mulai menyusun “kemungkinan respons terhadap tantangan yang ada dan potensi perkembangannya.”

Dia menegaskan Rusia tidak bisa berdiam diri ketika sistem pengendalian senjata nuklir melemah, sementara AS belum memberikan penjelasan menyeluruh tentang pernyataan mereka terkait rencana uji coba nuklir.

Shoygu mengatakan, Rusia berharap AS tetap menghormati komitmennya dalam kerangka larangan uji coba yang telah lama berlaku. “Rusia siap menghadapi perkembangan apa pun, tetapi tidak akan membiarkan perlombaan senjata baru dipicu,” katanya.

Seraya menuding negara-negara Eropa meningkatkan “pernyataan dan rencana agresif,” Shoygu menegaskan bahwa Rusia memantau keputusan Uni Eropa dan NATO serta menyesuaikan pengembangan militernya.(*)

Editor: Edward