DUNIA  

Jepang Siaga, Gempa M 6,7 Picu Peringatan Tsunami di Pesisir Pasifik Utara

Badan Meteorologi Jepang (JMA) (Foto:dok/wikipedia)

Jakarta, Mediautama.news – Gempa bumi bermagnitudo 6,7 kembali mengguncang lepas pantai utara Jepang pada Jumat (12/12/2025). Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah gempa M 7,5 melanda wilayah yang sama dan melukai sedikitnya 50 orang.

Badan Meteorologi Jepang (JMA), dilansir dari CNBC Indonesia, mengeluarkan peringatan potensi tsunami setinggi hingga satu meter di sepanjang pesisir Pasifik utara. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan pusat gempa berada sekitar 130 kilometer dari Kota Kuji, Prefektur Iwate, di Pulau Honshu.

NHK melaporkan, kekuatan guncangan kali ini lebih rendah dibanding gempa besar pada Senin yang memicu tsunami setinggi 70 sentimeter. Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir memastikan tidak ada indikasi gangguan pada fasilitas nuklir di wilayah terdampak.

Setelah gempa Senin, JMA telah menerbitkan peringatan khusus yang jarang terjadi. Lembaga itu memperingatkan bahwa gempa lain dengan ukuran serupa atau lebih besar mungkin terjadi dalam satu minggu ke depan.

Peringatan tersebut mencakup wilayah Sanriku di ujung timur laut pulau utama Jepang, Honshu, dan pulau utara Hokkaido, yang menghadap Samudra Pasifik. Wilayah ini dihantui oleh kenangan gempa bawah laut dahsyat dengan magnitudo 9,0 spada tahun 2011, yang memicu tsunami yang menyebabkan sekitar 18.500 orang tewas atau hilang.

Pada Agustus 2024, JMA mengeluarkan peringatan khusus pertamanya, untuk bagian selatan pantai Pasifik Jepang, yang memperingatkan kemungkinan “gempa mega” di sepanjang Palung Nankai. Palung bawah laut sepanjang 800 kilometer (500 mil) adalah tempat lempeng tektonik samudra Laut Filipina “menukik”, atau perlahan-lahan tergelincir, di bawah lempeng benua tempat Jepang berada.

Pemerintah telah menyatakan bahwa gempa di Palung Nankai dan tsunami yang menyertainya dapat menewaskan hingga 298.000 orang dan menyebabkan kerugian hingga US$2 triliun. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencabut peringatan tahun lalu setelah seminggu, tetapi hal itu menyebabkan pembelian panik bahan pokok seperti beras dan mendorong wisatawan untuk membatalkan reservasi hotel.

Jepang berada di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik dan merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia. Kepulauan ini, yang dihuni sekitar 125 juta orang, mengalami sekitar 1.500 guncangan setiap tahun.(r)

Editor: Edward