Jakarta, Mediautama.news – Ledakan mengguncang Masjid Imam Ali bin Abi Talib di Kota Homs, Suriah, pada hari Jumat (26/2/2025), saat jemaah tengah melaksanakan salat Jumat.
Mengutip CNNIndonesia, Kementerian Dalam Negeri Suriah menyebut ledakan terjadi di masjid yang berlokasi di Jalan Al-Khodari, kawasan Wadi Al-Dhahab, tepat sebelum imam naik ke mimbar untuk menyampaikan khotbah.
Saksi mata, Ghadi Maarouf, mengatakan ledakan terdengar sangat keras dan terjadi secara tiba-tiba, memicu kepanikan di antara jemaah.
Otoritas setempat melaporkan sedikitnya delapan orang tewas dan 18 lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.
Pemerintah Suriah mengecam keras peristiwa ini. Kementerian Luar Negeri Suriah menyebutnya sebagai “tindakan pengecut” yang bertujuan menebar ketakutan dan merusak stabilitas nasional.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyatakan telah memulai penyelidikan untuk memburu pelaku di balik aksi yang dikategorikan sebagai terorisme.
Serangan ini menjadi yang terbaru terhadap komunitas Alawite di Suriah. Kota Homs sendiri merupakan wilayah mayoritas Sunni, namun juga dihuni komunitas Alawite.
Sejak lengsernya rezim Bashar Al Assad, laporan penangkapan dan kekerasan terhadap komunitas Alawite disebut mengalami peningkatan.
Kelompok ekstremis Saraya Ansar Al-Sunna mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut melalui pernyataan di Telegram. Kelompok ini terbentuk pasca-kejatuhan rezim Assad dan sebelumnya juga mengklaim terlibat dalam serangan bom gereja pada Juni lalu.
Kecaman internasional datang dari sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Lebanon, Turki, dan Yordania. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan serangan terhadap rumah ibadah tidak dapat diterima dan mendesak agar para pelaku segera diadili.
Hingga kini, aparat keamanan masih memperketat penjagaan di Kota Homs untuk mencegah terulangnya insiden serupa.(r)
Editor: Edward






