Terbongkar! Pupuk Palsu Berisi Tanah, Rugikan Petani Hingga Rp3,3 Triliun

Inspeksi Mendadak: Menteri Pertanian dan Direktur Utama Perum Bulog saat melakukan Inspeksi Mendadak, dalam rangka pengecekan stok beras di JDP karawang 1 Logistic Park, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).(Foto: CNBC Indonesia/Martya Rizky)

Karawang, Mediautama.news – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman, mengungkap praktik kecurangan yang sangat merugikan di sektor pertanian. Pupuk palsu yang beredar di pasaran ternyata hanya berisi tanah biasa tanpa kandungan unsur hara sama sekali, namun dijual dengan harga pupuk asli. Total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp3,3 triliun.

“Pupuk palsu itu isinya tanah! Nitrogen, Kalium, Fosfat semuanya nol. Ini sangat merugikan petani hingga Rp3,3 triliun. Saat ini kasus sudah ditangani dan sudah ada tersangkanya,” tegas Amran saat meninjau stok beras di Gudang JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026), melansir CNBC Indonesia.

Dalam paparannya, Amran menyebutkan bahwa sepanjang 2024-2025, Satgas Pangan telah menangani total 92 kasus mafia pangan, dengan rincian, 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak goreng, 3 kasus melibatkan oknum pegawai Kementan.

Dari seluruh kasus tersebut, jelasnya, aparat telah menetapkan 76 orang sebagai tersangka. Pemerintah juga melakukan pembenahan sistem dengan mencabut 2.230 izin pengecer dan distributor yang terbukti melanggar.

Mantan Menteri Pertanian ini juga menyoroti fenomena anomali harga di Indonesia yang sering tidak masuk akal. Sebagai negara produsen terbesar, harga komoditas di dalam negeri justru sering melambung.

“Hukum pasar berlaku di negara lain, kecuali Indonesia. Kita produsen minyak goreng terbesar dunia, ekspor ke AS dan Eropa, tapi di dalam negeri harganya malah naik. Jangan bermain-main dengan pemerintah, kami akan turun tangan mengecek semua harga,” tegasnya.

Untuk komoditas beras, saat ini dinilai sudah relatif stabil, terutama saat dua periode Lebaran terakhir. Meski ada kenaikan tipis di beberapa titik, Amran memastikan stok pemerintah (SPHP) lebih dari 1 juta ton siap digelontorkan agar harga tidak melonjak.

“Siapa yang jual di atas HET, pasti ditindak. Jangan anggap remeh, sekarang sudah ada 76 tersangka. Kami tidak segan mengambil risiko demi melindungi petani dan rakyat,” pungkasnya.(r)

Editor: AR Manik