Jakarta, Mediautama.news – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran mengambil langkah yang belum pernah terjadi sejak konflik awal tahun ini. Di tengah mandeknya pembicaraan damai, Teheran tidak hanya menembaki, tetapi juga menyita kapal dagang yang melintas.
Rabu (22/4/2026), Iran mengumumkan penangkapan dua kapal kontainer yang mencoba keluar dari Teluk. Dilaporkan Tasnim News Agency melansir CNBC Indonesia, penyitaan dilakukan oleh angkatan laut Garda Revolusi (IRGC) Iran, yang menegaskan Selat Hormuz sebagai “garis merah” bagi keamanan mereka.
Langkah ini berdampak besar pada jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Lalu lintas kapal pun turun drastis dari sekitar 130 kapal per hari menjadi hanya segelintir.
Salah satu kapal yang disita adalah MSC Francesca berbendera Panama, sementara kapal Epaminondas berbendera Liberia dilaporkan ditembaki hingga rusak sebelum akhirnya dikuasai pasukan Iran. Awak kedua kapal dilaporkan selamat.
Kapal lain, Euphoria, juga ditembaki namun berhasil melanjutkan pelayaran ke UEA. Iran menuduh kapal-kapal tersebut melanggar aturan pelayaran dan memanipulasi sistem navigasi.
Di sisi lain, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade terhadap kapal Iran, memperkeruh situasi. Analis menilai kondisi ini membuat Selat Hormuz bahkan saat terbuka tetap berisiko tinggi bagi pelayaran global. Hingga kini, masa depan jalur strategis tersebut masih diliputi ketidakpastian.(r)
Editor: Edward






