DUNIA  

Meski Ditutup Kembali, Lebih dari 20 Kapal Sukses Lintasi Hormuz

Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Nicolas Economou via CNNIndonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Meskipun Iran kembali menutup jalur strategis , data terbaru mencatat lebih dari 20 kapal berhasil melintas pada Sabtu (18/4/2026). Salah satu di antaranya adalah kapal tanker LPG berbendera Panama bernama Crave yang sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

Berdasarkan catatan perusahaan analitik pelayaran, Kpler, jumlah kapal yang melintas pada akhir pekan lalu merupakan angka tertinggi sejak 1 Maret 2026. Dari total tersebut, lima kapal diketahui mengangkut muatan yang berasal dari kawasan Teluk Persia, mulai dari produk minyak, LPG, hingga logam.

Rincian Kapal dan Muatan:
– Tujuan Indonesia: Kapal Crave mengangkut LPG dari Uni Emirat Arab.
– Tujuan Asia: Kapal Navig8 Macallister membawa 500 ribu barel nafta ke Korea Selatan, sementara Fpmc C Lord mengangkut 2 juta barel minyak mentah menuju Taiwan. Kapal Desh Garima juga tercatat membawa 780 ribu barel menuju Sri Lanka.
– Tujuan Lain: Terdapat juga kapal pengangkut pupuk dari Qatar dan kapal pembawa bahan bakar menuju Eropa serta Afrika.

Situasi berubah drastis tak lama kemudian. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) resmi menutup kembali selat tersebut sebagai respons atas tindakan Amerika Serikat yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Kami memperingatkan, tidak ada kapal yang boleh bergerak. Mendekati Selat Hormuz akan dianggap bekerja sama dengan musuh dan menjadi target,” demikian pernyataan IRGC melansir CNNIndonesia, Senin (20/4/2026).

Penutupan ini berlaku hingga AS mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam keras keputusan Washington yang disebutnya sebagai tindakan “ceroboh dan bodoh”.

Sebelumnya, jalur ini sempat dibuka menyusul gencatan senjata di Timur Tengah yang sempat membuat harga minyak dunia turun, namun kini ketegangan kembali memanas.(r)

Editor: Edward