DUNIA  

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 149 Penumpang Terisolasi

Di Lepas Pantai Praia: Kapal pesiar MV Hondius di lepas pantai Praia, ibu kota Tanjung Verde, Minggu (3/5/2026). (Foto:AFP via CNBC Indonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius kini berada dalam kondisi terisolasi di perairan lepas Tanjung Verde setelah otoritas setempat menolak kapal tersebut berlabuh, menyusul dugaan wabah hantavirus yang telah menewaskan tiga orang.

Mengutip AFP, penolakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit, meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Regional Eropa menyatakan risiko penularan ke masyarakat luas masih tergolong rendah.

Kapal pesiar yang dioperasikan Oceanwide Expeditions tersebut mengangkut 149 orang, terdiri dari penumpang asal Inggris, Spanyol, dan Amerika Serikat, serta awak kapal dari Filipina.

Operator kapal menyatakan seluruh penumpang saat ini menjalani protokol kesehatan ketat, termasuk isolasi di kabin, peningkatan kebersihan, serta pemantauan medis secara intensif.

“Para penumpang berada di bawah langkah-langkah pencegahan ketat,” demikian pernyataan resmi Oceanwide Expeditions, dikutip Selasa (5/5/2026), melansir CNBC Indonesia.

Direktur Kesiapan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan hingga kini belum ada tambahan kasus bergejala di atas kapal. Namun, pemantauan terus dilakukan secara ketat. “Para penumpang diminta tetap berada di kabin dan meminimalkan risiko, sementara proses disinfeksi dan langkah pencegahan lain dijalankan,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, seorang penumpang, Jake Rosmarin, mengungkapkan keresahan yang dirasakan para penumpang. Melalui media sosial, ia menyebut ketidakpastian menjadi hal paling berat selama berada di kapal.
“Ada banyak ketidakpastian. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapatkan kejelasan, dan bisa pulang,” katanya.

Sementara itu, Kepulauan Canary, Spanyol, tengah dipertimbangkan sebagai lokasi alternatif untuk pendaratan guna menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan. Otoritas Tanjung Verde juga masih menunggu persetujuan dari Belanda dan Inggris terkait pengiriman ambulans udara bagi sejumlah penumpang.

Tiga kematian yang diduga terkait wabah ini melibatkan pasangan asal Belanda—di mana sang suami meninggal di atas kapal pada 11 April, sementara istrinya wafat pada 27 April di Afrika Selatan setelah turun dari kapal—serta seorang warga Jerman yang meninggal pada Sabtu lalu.(r)

Editor: AR Manik