DUNIA  

IMF Peringatkan Inflasi Global Bisa Naik Akibat Konflik Timur Tengah

Kristalina Georgieva (Foto:AFP/ADEK BERRY)

Jakarta, Mediautama.news – Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah berpotensi memicu tekanan baru terhadap inflasi global.

Menurutnya, jika harga minyak dunia naik sekitar 10% dan bertahan hingga sebagian besar tahun ini, kondisi tersebut dapat mendorong inflasi global meningkat sekitar 40 basis poin.

Sementara itu, data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan inflasi global masih berada pada level 3,7% pada Desember 2025.

Selain memicu kenaikan inflasi, konflik geopolitik di kawasan tersebut juga diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dunia. Georgieva memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bisa tertekan sekitar 0,1% hingga 0,2% apabila ketegangan terus berlanjut.

“Kita melihat ketahanan diuji lagi oleh konflik baru di Timur Tengah,” kata Georgieva, dalam simposium yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Jepang, dikutip dari Arab News dan Business Review serta melansir CNBC Indonesia, Rabu (12/3/2026).

Ia menyarankan kepada para pembuat kebijakan dalam lingkungan global baru ini untuk memikirkan hal yang tak terbayangkan dan persiapkan diri untuk itu.

IMF, ujarnya, sedang menilai potensi dampak konflik tersebut terhadap negara-negara anggotanya setelah fasilitas minyak dan gas utama terpengaruh dan lalu lintas melalui Selat Hormuz dilaporkan turun hingga 90%.

Bahkan jika perang berakhir, Georgieva yakin bahwa akan ada guncangan lain yang terjadi. Dia mengaku, selama masa jabatannya, telah menyaksikan krisis besar seperti pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

Saat ini, jelasnya, kita berada di dunia yang lebih rentan terhadap guncangan serta berada di dunia yang menghadapi ketidakpastian yang meningkat.

Dikatakan, IMF memantau dengan cermat konflik di Timur Tengah dan akan memasukkan kesimpulannya dalam laporan World Economic Outlook yang akan terbit pada bulan April mendatang.

Menurutnya, pada bulan Januari, IMF sebenarnya sudah merevisi perkiraan pertumbuhan globalnya. IMF memproyeksikan ekspansi ekonomi global sebesar 3,3% untuk tahun 2026 dan 3,2% untuk tahun berikutnya.(r)

Editor: Edward