DUNIA  

G7 Desak Pembukaan Selat Hormuz, Tekanan Global Menguat di Tengah Konflik Iran

Bendera Negara Kelompok G7 (Foto:ilustrasi/Freepik)

Jakarta, Mediautama.news – Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, para menteri luar negeri G7 mendesak agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz segera dipulihkan. Seruan itu disampaikan dalam pertemuan di Vaux-de-Cernay, Prancis, Jumat (27/3).

Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir dari Antara, G7 menegaskan pentingnya jalur pelayaran internasional tersebut kembali aman dan bebas hambatan, sesuai dengan Dewan Keamanan PBB dan ketentuan hukum laut internasional. Mereka juga menyoroti perlunya jaminan keamanan bagi aktivitas perdagangan global yang sangat bergantung pada jalur strategis itu.

Selain isu pelayaran, para diplomat G7 mengecam keras serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di tengah konflik bersenjata. Mereka menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan penargetan terhadap warga sipil maupun fasilitas diplomatik.

G7 juga menekankan pentingnya menekan dampak konflik terhadap kawasan dan global, termasuk perlindungan terhadap warga sipil, stabilitas mitra regional, serta keberlangsungan infrastruktur vital. Upaya koordinasi bantuan kemanusiaan dinilai krusial di tengah situasi yang terus memanas.

Lebih lanjut, kelompok negara maju tersebut mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi memicu gangguan besar pada rantai pasok global, termasuk sektor energi, pupuk, dan perdagangan, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap perekonomian negara-negara mereka.

Ketegangan meningkat sejak serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil, yang kemudian dibalas Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz—jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar dunia. Gangguan ini turut menekan produksi dan ekspor energi kawasan, sekaligus mendorong lonjakan harga global.(r)

Editor: Edward