Gempa Dahsyat M 7,6 Guncang Sulut, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

Peringatan Tsunami: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Guncangan kuat tersebut sempat memicu peringatan tsunami dari BMKG untuk wilayah Sulut dan Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA.(Foto:BMKG via CNBC Indonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA.

Guncangan kuat tersebut sempat memicu peringatan tsunami dari BMKG untuk wilayah Sulut dan Maluku Utara (Malut). Namun, setelah dilakukan pemantauan lebih lanjut, peringatan tersebut resmi dicabut sekitar pukul 10.00 WIB.

Dilaporkan AFP, melansir CNBC Indonesia, gempa di lepas pantai timur tersebut membuat warga setempat panik dan berlarian. Seorang warga Manado, Sulut, menceritakan bagaimana mencekamnya situasi saat gempa mengguncang.

“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya hanya berusaha menyelamatkan keluarga saya. Saya teriakin agar anak saya lari,” kata Siti Rohayati, 58 tahun, seorang penjual makanan kaki lima, kepada AFP tentang saat gempa terjadi di tengah keramaian sarapan.

Demikian Budi Nurgianto, seorang warga berusia 42 tahun dari Ternate, Malut merasakan guncangan yang sangat kuat. Ia merasakan dinding rumahnya berguncang. Dan ia pun melarikan diri ke luar rumah bersama orang-orang.

Dari peristiwa tersebut, dilaporkan satu orang tewas terkubur di bawah reruntuhan bangunan dan satu lainnya terluka di Menado.

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan, gempa tersebut terjadi pada kedalaman dangkal 35 kilometer. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) yang berbasis di Hawaii awalnya mengatakan gelombang tsunami berbahaya mungkin terjadi dalam jarak 1.000 kilometer (621 mil) dari episentrum di sepanjang pantai Indonesia, Filipina, dan Malaysia.

Dalam updatenya, BMKG juga menyebut gelombang pasang tinggi teramati di sembilan lokasi di provinsi Malut, Sulut dan Gorontalo. Gelombang tertinggi mencapai 75 sentimeter di Minahasa Utara.(r)

Editor: Edward