Medan, Mediautama.news – Masyarakat Sumatera Utara diingatkan untuk waspada terhadap cuaca potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang selama periode 6-13 April 2026.
Peringatan itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I.
“Berdasarkan hasil pengamatan, hujan dengan intensitas cukup tinggi telah terjadi di sejumlah wilayah ,” ungkap ketua tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BBMKG Wilayah I Martha Rosefina Manurung, Senin (6/4/2026).
Hujan dengan intensitas cukup tinggi tersebut, jelasnya, di antaranya di Bahorok, Kabupaten Langkat mencapai 57,6 mm/hari pada 4 April 2026, Batubara 48,2 mm/hari pada 1 April 2026, serta Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 47 mm/hari.
Kondisi tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh aktivitas sirkulasi siklonik di perairan barat Sumatera Utara yang menyebabkan pertemuan massa udara dan belokan angin.
“Situasi ini memicu pertumbuhan awan hujan jenis cumulonimbus yang cukup signifikan. Selain itu, pemanasan pada siang hari juga memperkuat pembentukan awan konvektif. Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan kondisi atmosfer masih cukup dinamis ,” tegasnya lagi.
Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Sumatera, suhu muka laut yang hangat, serta potensi terbentuknya sirkulasi siklonik baru turut meningkatkan peluang terjadinya hujan di berbagai wilayah.
Secara umum, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Sumut, termasuk Medan, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Karo, Toba, Tapanuli Raya, hingga Kepulauan Nias.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi ini perlu diperhatikan dalam merencanakan aktivitas, terutama di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat diharapkan secara rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial, guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.
BMKG menegaskan bahwa informasi prakiraan cuaca akan terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer, sehingga masyarakat dapat tetap waspada dan beraktivitas dengan aman.(Md1)
Editor: Edward






