DUNIA  

Mengejutkan! Pakar Rusia Sebut Perang Dunia III Sudah Berlangsung dalam Bentuk Baru

Ledakan akibat perang (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko via CNBC Indonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Pandangan mengejutkan dilontarkan oleh pakar hubungan internasional, Dmitry Trenin. Ia menegaskan bahwa Perang Dunia III sebenarnya sudah terjadi saat ini, namun bentuknya sangat berbeda dengan konflik dunia terdahulu.

“Perang dunia telah dimulai. Hanya saja, tidak semua orang menyadarinya,” ujar Trenin, peneliti senior di Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia, diterbitkan majalah Profile seperti dikutip RT dan dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (19/4/2026).

Menurut analisisnya, fase pra-perang global bagi Rusia dimulai sejak 2014, China sejak 2017, dan Iran sejak 2023. Dunia kini telah memasuki babak baru yang tidak lagi mengandalkan pertempuran bersenjata secara terbuka, melainkan berupa konflik menyeluruh yang mencakup perang ekonomi, agitasi sosial, hingga destabilisasi internal negara lawan.

Trenin menyoroti keterlibatan langsung negara-negara NATO seperti Inggris dan Prancis dalam mendukung Ukraina. Baginya, Ukraina hanyalah alat, sementara pusat kekuatan lawan sebenarnya berada di Brussel yang sedang mempersiapkan skala perang yang jauh lebih luas.

“Ini bukan sekadar pertarungan geopolitik, ini adalah perang eksistensial. Globalisme tidak mentolerir adanya alternatif,” tegasnya.

Ia menilai konflik ini dipicu oleh ketakutan blok Barat terhadap kebangkitan kekuatan baru seperti Rusia dan China yang mengancam dominasi mereka. Oleh karena itu, Trenin mendorong Rusia untuk berhenti bersikap defensif dan segera melakukan mobilisasi nasional di bidang teknologi, ekonomi, dan demografi, serta mempererat aliansi strategis.

Mengenai kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, ia menilai hal itu memberi ruang taktis, namun mengingatkan bahwa sifat kebijakan AS tetaplah konfrontatif.

Dalam penutup analisisnya yang tajam, Trenin menekankan bahwa kemenangan tidak diukur dari pendudukan wilayah, melainkan menggagalkan rencana musuh. Ia bahkan menyinggung opsi serangan pendahuluan (preemptive strike) termasuk penggunaan senjata khusus jika eskalasi tak terelakkan.

“Waktu untuk ilusi telah berakhir. Kita berada dalam perang dunia. Satu-satunya jalan ke depan adalah melalui tindakan yang berani dan strategis,” tutupnya.(r)

Editor: Edward