Home / DUNIA

Selasa, 5 November 2019 - 13:05 WIB

Katedral Prancis Dirampok, Perlengkapan Ibadah Raib

Ket Foto : Ilustrasi perampokan. (Istockphoto/FOTOKITA)

Ket Foto : Ilustrasi perampokan. (Istockphoto/FOTOKITA)

MEDIAUTAMA.CO – Sekelompok orang merampok sebuah katedral di Oloron-Sainte-Marie, Nouvelle-Aquitaine, Perancis, pada Senin (4/11/2019) kemarin. Akibatnya beberapa perlengkapan yang digunakan untuk ibadah raib.

Dikutip dari AFP, Selasa (5/11/2019), pejabat kota, Laurent Paris, menyatakan laporan awal perampokan diterima sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

“Penduduk setempat terbangun dan terdengar sebuah suara dan polisi menerima peringatan tanda bahaya dari alarm katedral,” katanya.

Ketika polisi mendatangi katedral tersebut, pintu katedral tampak rusak akibat dihantam batang kayu yang diikat pada bagian depan sebuah mobil yang ditinggalkan di dekat lokasi kejadian.

Baca Juga : Ledakan Bom Mobil di Perbatasan Suriah-Turki, 13 Orang Tewas

Polisi juga menemukan pagar besi yang menutupi sebuah kapel tempat penyimpanan keperluan ibadah dirusak dengan digergaji.

Akibatnya, beberapa piala perak, salib dan benda-benda yang digunakan untuk ibadah yang sebagian besar terbuat dari emas hilang.

Tidak hanya itu, sebuah patung yang menunjukkan adegan kelahiran Yesus dari abad ke-18 dan beberapa pakaian yang digunakan pastur, termasuk sebuah jubah pemberian Raja Francis I, turut dibawa pencoleng.

Polisi menyatakan beberapa saksi melihat tiga orang terlibat dalam perampokan tersebut. Kejadian itu memicu kecaman dari Menteri Kebudayaan, Frank Riester.

“Mereka yang bertanggung jawab akan ditemukan dan dihukum. Saya merasakan emosi dari para umat Katolik Prancis yang terkejut dengan adanya pencurian dan kerusakan itu,” katanya melalui sebuah unggahan di Twitter.

IKLAN ADS

Baca Juga : Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 21 Orang

Perampokan di sebuah katedral pertama kali terjadi di Prancis. Paris menyebut perampokan ini memiliki kerugian materiil yang ‘besar’.

“Lebih dari nilai nominal [pada barang yang dicuri], para penduduk merasa bahwa diri mereka terputus dari sejarah dan warisan mereka,” ujar Paris dilansir dari CNNIndonesia.com.

Katedral Oloron-Sainte-Marie merupakan bangunan khas Romawi-Gothic yang menjadi monumen bersejarah, dan terdaftar sebagai situs Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 1998.

Katedral itu menjadi bagian dari perjalanan menuju Camino de Santiago, dikenal sebagai tempat persinggahan para peziarah yang akan pergi ke Spanyol. Katedral itu memiliki beberapa bagian bangunan yang paling tua, salah satunya sebuah portal Romawi yang dipahat pada abad ke-12.

Bangunan itu diketahui pernah dibakar beberapa kali pada abad ke-13 dan pada awal abad ke-14. Kemudian gereja itu pernah dijarah pada akhir abad ke-16 saat perang antara umat Katolik dan Huguenot (Protestan Prancis).

Setelah perang, gereja tersebut beberapa kali dipugar hingga abad ke-18 dan proses renovasi rampung pada abad-19.

Berdasarkan situs web agen pariwisata untuk wilayah Bearn-Pyrenees, terdapat dua kapel di dalam katedral yang digunakan untuk menyimpan berbagai barang-barang berharga milik katedral.

Sebelumnya pada Agustus lalu, sekelompok perampok pernah mencuri lonceng perunggu dari sebuah menara gereja di Provence.

 

(AFP/CNN/MU)

Share :

Baca Juga

DUNIA

Tertembak Saat Meliput di Hongkong, Veby Masih Ingin Menjadi Jurnalis

DUNIA

Dubes China Tuding 7 ‘Kejahatan’ AS Usai Pompeo Temui Jokowi

DUNIA

Negara Islam Kecam Rencana Netanyahu Caplok Tepi Barat

DUNIA

Bentrok dengan Polisi, Pendemo Hong Kong Bakar Gerbang Kampus

DUNIA

Prancis Desak Seruan Boikot dari Timteng Segera Dihentikan

DUNIA

Janji Cinta Terakhir Pasutri AS Sebelum Dijemput Maut Corona

DUNIA

Pelaku Penusukan di Prancis Terkait Kartun Nabi Ditangkap

DUNIA

Empat Wartawan Palestina di Yerusalem Ditahan Israel