Hampir 10 Tahun, Jembatan Penghubung di Desa Nagori Jawa Sangat Memperhatikan

MediaUtama | Simalungun – Warga masyarakat Desa Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumut sangat mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antara Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Asahan yang terletak di Desa mereka.

Padahal jembatan itu merupakan akses utama yang fungsinya sangat vital terhadap masyarakat disana, seperti untuk menuju lahan pertanian mereka, anak sekolah dan masih banyak lainnya. 

Jembatan tersebut diketahui kondisinya rusak parah sudah bertahun – tahun. Meski bila ada musrembang, selalu diusulkan pembangunannya. Ironisnya hingga saat ini, Selasa (03/03/2020), belum terlihat perhatian pemerintah Kabupaten Simalungun (Dinas PU), untuk memperbaikinya jembatan ini hampir 10 Tahun kondisi jembatan ini.

Seperti dikatakan salah seorang warga bermarga Manurung (70), ” Sejak saya hidup di kampung ini, sudah 40 tahun,  belum pernah ada perbaikan dengan jembatan itu, sudah berkali – kali entah siapa itu datang, difoto dan diukur (jembatan), namun hanya belum pernah ada perbaikan,” ucapnya dengan nada kesal sekali. 

Demikian dengan pria bermarga Sitohang mengatakan jalan Kabupaten yang berada di Desa Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu Raja ini tidak pernah tersentuh pembangunan oleh Pemkab Simalungun.

“Padahal negara Republik Indonesia ini sudah merdeka hampir selama 75 tahun. Namun kami serasa masih dijajah oleh bangsa sendiri, dan kami juga sangat berharap agar kiranya keluhan masyarakat Desa Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu Raja ini dapat segera dibenahi pemerintah.  Kami juga bayar pajak, tetapi kami tidak pernah mendapatkan pembangunan dari pemerintah.” katanya. 

Camat Hutabayu Raja,  Bangun Sihombing saat dikonfirmasi melalui pesan via WhatsApp mengatakan, ”Jembatan tersebut sudah diusulkan (dibangun) pada saat musrembang, mudah – mudahan dapat segera terealisasi,” kata camat tersebut.

(MU-11)