Pengunjung Cekcok di PN Medan, Panitera: Saya Gak Pernah Takut Manusianya

Ket Foto : Panitera (kiri) cekcok dengan pengunjung PN Medan.

MediaUtama | Medan – Tutupnya Pengadilan Negeri (PN) Medan secara tiba-tiba mengakibatkan keributan di halaman depan PN Medan.

Terlihat seorang panitera cekcok dengan seorang pengunjung yang ingin mengurus surat kepailitan. Keduanya tampak bersikeras dan mengeluarkan kata-kata kasar.

“Kok ribut kau, sih,” ucap panitera itu.

“Ya, bapak kok ngotot?” ujar pengunjung.

“Saya nggak pernah takut manusianya,” timpal panitera itu yang langsung dibalas pengunjung: “Saya juga nggak pernah takut,”

“Urusan kau, kalau kau nggak ku urus mau apa kau?,” ujarnya yang langsung dilerai pengunjung lain.

Selain pencari keadilan, ada juga para calon kepala daerah yang ikut ingin mengambil surat keterangan, baik bebas pidana, kepailitan, dan surat bebas pencabutan hak dipilih dan dipilih.

Gustami, calon Wakil Wali Kota Tanjung balai yang ingin mengambil surat bebas pailit (bebas utang piutang) harus terkendala karena pelayanan terbatas.

“Kami sebagai calon kepada daerah, yang ingin mengambil surat-surat untuk mencalonkan diri, harus terkendala karena pelayanan PN Medan yang tutup,” ujarnya, Kamis (3/9/2020).

Dikatakannya, karena hal tersebut, mereka diharuskan mengirimkan suratnya melalui email dan akan dihubungi kembali melalui telepon.

“Karena PN Medan terkesan mau lockdown, jadi kami disarankan untuk mengirim email dan akan dihubungi kembali,” ujarnya.

Menurut Gustami, hal ini menjadi salah satu hambatan bagi mereka. Sebab menurutnya hari kerja hanya tinggal dua hari lagi, dan pendaftaran terakhir di hari minggu.

“Hari kerja kan tinggal besok. Kalau besok tidak clear, jadi salah satu hambatan bagi kami,” ujarnya.

Terpantau PN Medan setelah menutup pelayanan, melakukan penyemprotan di ruang sidang dan pelayanan.

 

[MU-01]