Mediautama.news – Budidaya ikan nila pembesaran dan pembenihan bisa dilakukan di kolam-kolam kecil atau yang memiliki lahan-lahan sempit seperti pekarangan rumah atau halaman belakang rumah.
Untuk membudidayakan bisa dilakukan dengan sistem manual. Budidaya ikan nila bisa dikatakan sebagai gampang-gampang susah, susahnya dari segi minimnya ilmu pengetahuan soal budidaya maupun pembenihan ikan nila.
Jika sudah mengetahui seluk-beluk cara membudidaya ikan nila ataupun pembenihan ikan nila mungkin ini bisa mempermudah kita dalam meraih kesuksesan.
Untuk pembenihan ikan nila sendiri biasanya bisa dilakukan dengan cara inkubator yaitu dengan cara mengambil telur pada mulut ikan nila, terkadang pada induk ikan nila terdapat telur ataupun larva yang sudah menetas ataupun yang belum menetas.
Induk yang bagus itu sudah berusia delapan bulan sampai dengan 2 tahun dengan memiliki bobot antara kurang lebih 250 gram sampai dengan 700 gram. Sedangkan untuk indukan sendiri tidak boleh memiliki cacat fisik baik di bagian mata, tubuh ataupun sirip lainnya.
Larva ikan nila yang terdapat pada mulut indukan tidak perlu lagi dimasukkan ke dalam inkubator, yang dimasukkan kedalam inkubator adalah telur yang belum menjadi larva. Biasanya telur ini akan menetas kurang lebih 2 sampai 4 hari.
Setelah telur ikan nila menetas biasanya tidak diberi makan dulu selama satu minggu, setelah satu minggu kemudian baru diberi makan pakan burayak atau bisa berupa serbuk seperti pelet bubuk ataupun kuning telur.
Jika ingin pertumbuhannya bisa lebih cepat bisa diberi seperti cacing sutra agar vitamin dan proteinnya bisa lebih tinggi.
Penetasan telur ikan nila secara inkubator biasanya dilakukan untuk meminimalisir kanibal yang ada di dalam kolam. Biasanya indukan akan memakan larvanya tersebut Ya sudah pasti apalagi jika di kolam indukan kekurangan makanan maka indukan akan memakan Larva sendiri seperti indukan satu akan memakan Larva dari indukan yang kedua.
Penetasan secara inkubator ini yaitu mencegah dari kehilangannya Larva pada kolam ikan nila biasanya ini dilakukan untuk pembenihan secara buatan yang dilakukan pada pembenihan yang ada di perikanan.
Pembenihan seperti ini bisa dengan cara inkubator bisa dengan cara manual tinggal memilih. Penetasan secara inkubator biasanya dilakukan untuk menekan kerugian pada kolam indukan ikan nila biasanya penetasan secara inkubator tingkat keberhasilannya sangat tinggi dibandingkan secara alami.
Untuk pemesanan Larva ini biasanya tinggal mendatangi Dinas Perikanan terdekat. Untuk pembelian Larva sendiri tidak boleh dilakukan di luar Kabupaten atau yang berjauhan jaraknya karena bisa-bisa Larva ini mati dalam perjalanan.
Usahakan membeli Larva pada Dinas Perikanan di setiap Kabupaten atau di Balai Benih ikan. Untuk mengetahui lokasi pembenihan di wilayah bisa disetting di Google karena setiap Kabupaten memiliki Dinas Perikanannya masing-masing. (*)
Editor: Dodo
Sumber: Youtube channel Muhammad Official






