Mendapat Ancaman BOM, Pesawat Air India Mendarat Darurat di Thailand

Air India (Foto:dok/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Sebuah pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI 379 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Phuket, Thailand, pada Jumat (13/6/2025), menyusul adanya ancaman bom di udara.

Pesawat yang mengangkut 156 penumpang itu lepas landas dari Phuket pada pukul 09.30 pagi waktu setempat menuju New Delhi. Namun tak lama setelah mengudara, pesawat melakukan putaran lebar di atas Laut Andaman sebelum kembali ke Phuket.

“Seluruh penumpang telah dievakuasi sesuai prosedur tanggap darurat,” ujar perwakilan Airports of Thailand (AOT), dikutip dari Reuters dan dilansir dari CNBC Indonesia. Namun, otoritas belum mengungkap detail ancaman atau sumber informasi yang diterima.

Situs pelacak penerbangan Flightradar24 mencatat jalur penerbangan AI 379 yang sempat berputar jauh dari rute normal, mengindikasikan upaya pilot untuk menghindari risiko sebelum mendarat kembali.

Air India sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini meskipun telah dimintai keterangan.

Sementara itu, keamanan di Bandara Phuket dilaporkan ditingkatkan menyusul insiden tersebut. Beberapa penerbangan lain juga sempat tertunda akibat gangguan operasional selama proses evakuasi dan penanganan darurat pesawat AI 379.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah tragedi besar menimpa maskapai yang sama. Pada Kamis (13/6/2025), sebuah penerbangan Air India mengalami kecelakaan fatal tak lama setelah lepas landas di kota Ahmedabad, India.

Lebih dari 240 orang dilaporkan tewas dalam insiden tragis tersebut dan hanya satu orang selamat, menjadikannya salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di India dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman bom terhadap maskapai India bukanlah hal baru. Sepanjang tahun lalu, maskapai dan bandara India dibanjiri dengan ancaman bom palsu. Data resmi mencatat bahwa dalam 10 bulan pertama 2023 saja, hampir 1.000 panggilan dan pesan hoaks diterima oleh otoritas, jumlah yang hampir 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.(r)

Editor: Edward