Jakarta, Mediautama.news – Rancangan pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus bagi narapidana kasus korupsi saat ini telah masuk tahap pembahasan antar kementerian.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengatakan terdapat 13 proyek pembangunan lapas yang sedang berjalan, dengan tujuh di antaranya ditargetkan rampung pada tahun ini.
“Untuk rencana pembangunan lapas khusus koruptor sedang dibahas antarkementerian karena melibatkan banyak pihak,” ujar Agus di Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (27/8/2025), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, koordinasi lintas kementerian diperlukan karena pembangunan fasilitas tersebut memerlukan dukungan dari berbagai sektor. Kementerian Perhubungan akan membangun dermaga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani fasilitas pendukung dan perumahan pegawai, sedangkan Kementerian Kesehatan bertanggung jawab atas penyediaan sarana kesehatan.
“Kementerian Hukum akan fokus membangun fasilitas inti lembaga pemasyarakatan. Saat ini penyusunan perencanaan masih berlangsung,” katanya.
Agus menambahkan, pembangunan lapas khusus ini bersifat multiyears project, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun anggaran.
Agus menyebutkan, tahun ini pemerintah sudah mengajukan anggaran untuk studi kelayakan. Sementara tahun depan diharapkan sudah ada alokasi anggaran pembangunan bertahap dari Kementerian Keuangan kepada kementerian terkait.
Adapun untuk pembangunan lapas khusus, anggaran yang dibutuhkan mencapai hampir Rp4 triliun. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lahan untuk fasilitas penunjang, termasuk dapur umum.
“Lahan yang kami siapkan ada 18 titik lagi untuk pengembangan fasilitas. Namun untuk Sekolah Rakyat masih belum masuk dalam perencanaan,” ujar Agus.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berniat untuk membangun penjara di pulau terpencil agar dapat membuat para koruptor yang telah menyengsarakan rakyat bisa merasakan efek jera karena tidak bisa kabur.
“Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil mereka tidak bisa keluar. Kita akan cari pulau kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu,” kata Prabowo di Plaza Insan Berprestasi Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta Pusat, Kamis (13/3).(r)
Editor: Edward






