Jakarta, Mediautama.news – Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker Turk, menyambut positif manifesto Paus Leo XIV yang memperingatkan bahaya kecerdasan buatan (AI) terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah persaingan teknologi global.
Melalui ensiklik Magnifica Humanitas yang dirilis Senin (25/5/2026) Paus Leo XIV menyoroti perlombaan pengembangan algoritma dan pengumpulan data demi dominasi geopolitik maupun komersial. Ia menegaskan AI tidak boleh menjadi alat dominasi, pengucilan, hingga kematian.
“Kompas kita harus tetap pada kemanusiaan kita bersama,” kata Turk mendukung seruan tersebut, melansir CNNIndonesia.
Paus juga mengkritik penggunaan AI di sektor militer dan menolak keputusan terkait nyawa manusia diserahkan kepada mesin. Ia menyerukan pelucutan fungsi militer AI serta menyebut konsep “perang yang adil” sudah ketinggalan zaman.
“Tidak ada algoritma yang dapat membuat perang dapat diterima secara moral,” tegasnya.
Vatikan menegaskan pembatasan AI bukan bentuk penolakan terhadap teknologi, melainkan upaya mencegah teknologi mengendalikan manusia. Sikap itu sejalan dengan pandangan PBB bahwa teknologi harus melayani manusia, bukan menggantikannya.
Peluncuran manifesto turut dihadiri pakar AI sekaligus pendiri Anthropic, Christopher Olah. Ia mengakui industri AI kerap menghadapi dilema moral akibat tekanan bisnis dan kepentingan global.
PBB memperkirakan nilai pasar AI dunia dapat mencapai US$4,8 triliun pada 2033 atau meningkat 25 kali lipat dalam satu dekade.(r)
Editor: Edward






