Jakarta, Mediautama.news – Kota Rwampara, Republik Demokratik Kongo bergejolak dilanda kerusuhan, setelah massa menyerbu rumah sakit dan membakar tenda isolasi Ebola, Jumat (22/5/2026). Mereka menolak prosedur pemakaman korban Ebola yang ditetapkan pemerintah.
Peristiwa ini disebabkan adanya larangan terhadap keluarga seorang pemuda yang diduga meninggal akibat Ebola untuk memakamkan jenazah secara mandiri. Massa yang terliht emosi melampiaskan amarahnya dengan menyerang Rumah Sakit Umum Rwampara dan membakar dua tenda isolasi berkapasitas delapan tempat tidur pasien.
Polisi yang berada di lokasi awalnya mencoba menenangkan massa namun dengan terpaksa melepaskan tembakan peringatan, untuk membubarkan massa. Kerusuhan baru dapat dikendalikan setelah bantuan tentara dan aparat tambahan tiba di lokasi.
Dilansir Reuters dan mengutip CNBC Indonesia, kejadian ini mengakibatkan satu jenazah ikut terbakar bersama tenda isolasi. Dan dilaporkan terdapat enam pasien yang sempat melarikan diri dari rumah sakit telah ditemukan dan kembali menjalani perawatan, menurut organisasi medis Alima.
Persoalan in menunjukkan masih kuatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap wabah Ebola di wilayah timur Kongo. Politisi setempat, Luc Malembe Malembe, menyebut banyak warga masih meragukan keberadaan virus Ebola meski wabah itu telah menewaskan lebih dari 130 orang.(r)
Editor: Edward






