EKBIS  

Antam Akui Masih Impor Emas Besar-Besaran untuk Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto (Foto:Yt/DPR RI)

Jakarta, Mediautama.news – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengakui masih harus mengimpor emas dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, dari total permintaan puluhan ton per tahun, produksi emas Antam hanya sekitar 1 ton.

Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto, menjelaskan kebutuhan emas masyarakat terus meningkat. Tahun lalu, penjualan emas mencapai 37 ton, dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 45 ton.

“Emas yang dihasilkan Antam dari tambang Pongkor, Jawa Barat, hanya sekitar 1 ton per tahun. Sementara kebutuhan masyarakat mencapai 37 ton tahun lalu, dan kini sudah 43 ton,” ungkap Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (29/9/2025), dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurutnya, untuk menutup kekurangan pasokan, Antam memiliki beberapa opsi. Pertama, memanfaatkan pasar lokal melalui skema buyback, yaitu membeli kembali emas masyarakat yang sebelumnya dijual Antam. “Dari skema buyback, kami hanya bisa memperoleh sekitar 2,5 ton per tahun,” tambah Achmad.

Kedua, emas berasal dari perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia yang memurnikannya di Antam. Di mana, Antam akan menawarkan pembelian emas kepada perusahaan tersebut.

“Nah soalnya adalah tidak ada aturan yang mewajibkan mereka untuk menjual ke Antam. Jadi menjadi fleksibilitas bagi perusahaan tambang di Indonesia untuk menjualnya di dalam negeri ataupun mengekspor,” ungkap Achmad.

Ketiga, membeli sourcing emas dari luar negeri atau impor yang berasal dari perusahaan dan lembaga yang terafiliasi dengan London Bullion Market Association (LBMA). Baik itu bullion bank, refinery, maupun trader.

“Jadi kita tidak asal Pak mengimpor, selalu dari perusahaan-perusahaan terafiliasi. Ada tiga Pak, bullion bank, refinery, maupun trader,” katanya. “Lalu kenapa Antam impor? Ya judulnya terpaksa Pak. Karena kebutuhan masyarakat besar sementara sumber tidak ada,” ungkapnya.

*Neraca Emas RI

Dalam Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Nasional Tahun 2025, data yang tercatat hingga akhir 2024, total cadangan bijih emas primer mencapai 3,46 miliar ton dengan total cadangan logam emas primer mencapai 3.444 ton.

Sedangkan, sumber daya emas primer di dalam negeri juga masih melimpah. Total sumber daya bijih emas primer di Indonesia sebanyak 17,24 miliar ton dengan total sumber daya logam emas primer mencapai 12.364 ton.

Tercatat, produksi logam emas primer di Indonesia per tahun 2024 mencapai 17 ton dan produksi konsentrat emas primer per tahun 2024 mencapai 1,4 juta ton.

Meski terhitung masih melimpah, nyatanya cadangan emas di Indonesia masuk dalam urutan ke 46 negara dengan cadangan emas terbesar dunia.(r)

Editor: Edward