Pengganti Starlink yang Lebih Canggih Muncul, Elon Musk Bisa Tersaingi

Spacecoin (Foto: X/@_spacecoin)

Jakarta, Mediautama.news – Gebrakan baru hadir dari startup asal Amerika Serikat bernama Spacecoin. Perusahaan ini mengklaim sukses mengirim informasi terenkripsi langsung melalui satelit tanpa bergantung pada jaringan internet darat sebuah capaian yang bahkan belum mampu dilakukan oleh Starlink milik Elon Musk.

Pendiri Spacecoin, Tae Oh, menegaskan bahwa uji coba ini menjadi bukti nyata bagaimana data berbasis blockchain bisa meninggalkan Bumi, diteruskan melalui satelit, lalu kembali ke pengguna dalam kondisi sempurna.

Keberhasilan itu dicapai melalui kolaborasi dengan perusahaan mikrosatelit asal Bulgaria, EnduroSat. Dalam pengujian tersebut, data menempuh perjalanan sejauh lebih dari 7.000 kilometer dari Chili menuju Azores.

Langkah ini menandai awal persaingan baru di industri satelit global, membuka peluang lahirnya teknologi internet luar angkasa yang lebih aman, cepat, dan bebas dari ketergantungan jaringan darat.

Perusahaan ini mengusung konsep berbeda dari Starlink. Jika Starlink dikendalikan penuh oleh SpaceX, Spacecoin membangun sistem desentralisasi. Dengan sistem ini, siapa pun bisa bergabung, mengirim pembayaran, atau menyimpan data tanpa perantara penyedia layanan internet.

“Selain pengguna akhir, kami juga menargetkan pengembang, perusahaan telekomunikasi, NGO, dan mitra infrastruktur,” ujar Oh, dikutip dari Reuters dan dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (2/10/2025).

Sistem blockchain, jelasnya, memungkinkan setiap transaksi diverifikasi otomatis, sehingga informasi atau pembayaran tidak bisa dipalsukan, diubah, atau disadap pihak jahat.

Pasar internet satelit sendiri tengah berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan broadband global. Sebelumnya, bank investasi J.P. Morgan pernah menguji pembayaran blockchain antar-satelit. Namun, Spacecoin menjadi yang pertama melakukan transaksi sepenuhnya tanpa jaringan darat.

Meski demikian, Spacecoin masih jauh tertinggal dibandingkan Starlink. Starlink kini mengoperasikan sekitar 8.000 satelit, sementara Spacecoin baru memiliki satu satelit yang diluncurkan Desember 2024 dengan roket SpaceX. Startup ini berencana menambah tiga satelit lagi hingga akhir 2025 untuk memperkuat jaringannya di orbit rendah Bumi (LEO).(r)

Editor: Edward