Apartemen di Hong Kong Terbakar, Puluhan WNI Dilaporkan Hilang

Sebanyak 36 WNI tak diketahui keberadaannya imbas kebakaran dahsyat yang melanda tujuh apartemen di Tai Po, Hong Kong pekan lalu, seperti dilaporkan KJRI Hong Kong melaporkan.(Foto: AFP/DALE DE LA REY)

Jakarta, Mediautama.news – Sebanyak 36 WNI dilaporkan belum diketahui nasibnya usai kebakaran dahsyat yang melanda tujuh apartemen di Tai Po, Hong Kong, pekan lalu.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mencatat, ada 140 WNI yang tinggal dan bekerja di kompleks perumahan Wang Fuk Court. Per Minggu (30/11/2025) pukul 23.00 waktu setempat, mereka melaporkan 9 warga Indonesia tewas dan satu masih dirawat di rumah sakit.

“Terkonfirmasi selamat dan tercatat 94. Belum diketahui keberadaannya 36. KJRI menyatakan mereka memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan WNI ,” demikian rilis KJRI yang dikirim ke CNNIndonesia.com pada Senin (1/12/2025).

Sejauh ini, KJRI juga sudah mengidentifikasi dan memverifikasi informasi terkait WNI, berinteraksi langsung dengan mereka yang terdampak, dan mendistribusikan bantuan (makanan, perlengkapan sanitasi); mempercepat penerbitan paspor; membuka penampungan sementara di kantor Konsulat Jenderal; dan membuka posko bantuan di Pusat Komunitas Tai Po.

Selain itu, KJRI sudah berkomunikasi dengan keluarga warga Indonesia yang gugur dalam tragedi ini dan berkomitmen untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

“KJRI juga memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke Indonesia,” jelas mereka.

KJRI terus berkoordinasi secara intensif dengan Kepolisian Hong Kong (HKPF), otoritas lokal lain, dan pihak terkait lain, termasuk untuk mengidentifikasi WNI yang masih hilang atau belum diketahui keberadaannya.

Kebakaran melanda kompleks gedung apartemen di Wang Fuk Court, Tai Po, utara Hong Kong pada Rabu siang. Imbas kebakaran itu, 146 tewas.

Insiden itu menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade di Hong Kong, wilayah dengan beberapa blok apartemen tertinggi dan terpadat di dunia.

Saat kebakaran terjadi, sejumlah gedung sedang direnovasi dan terlihat banyak perancah bambu sebagai bagian konstruksi.

Hingga kini penyebab kebakaran masih diselidiki. Menurut penyelidikan awal, petugas menemukan styrofoam di dalam gedung.

Pihak berwenang mengatakan styrofoam itu menyebabkan api menyebar lebih cepat di dalam blok dan membakar apartemen melalui koridor.(r)

Editor: Edward