Mensos Ingatkan Seleksi Sekolah Rakyat Harus Transparan, Tak Boleh Ada Titipan dan Suap

Sambutan: Mensos, Saifullah Yusuf menyampaikan sambutan di SRMPN 1 Deliserdang, Sentra Insyaf Medan, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Sabtu (31/1/2026).(Foto Dok/Diskominfostan Deliserdang)

Deli Serdang, Mediautama.news – Menteri Sosial (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan, tidak boleh ada titipan, kongkalikong dan tidak boleh ada suap atau sogok menyogok dalam menyeleksi siswa yang masuk Sekolah Rakyat. Seleksi Sekolah Rakyat dilakukan transparan.

“Sekolah Rakyat ini khusus untuk keluarga yang kurang mampu. Untuk itu mari kita harus mengawasinya bersama,” tegas Mensos dalam sambutannya pada dialog kesejahteraan sosial dan sekolah rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama Negeri (SRMPN) 1 Deliserdang, Sentra Insyaf Medan, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Sabtu (31/1/2026).

Ditegaskannya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau keluarga-keluarga paling miskin yang kurang mampu termasuk anak-anak yang putus sekolah atau berpotensi putus sekolah, agar mereka mendapatkan pendidikan berkualitas.

Dan untuk masuk ke Sekolah Rakyat, jelas Mensos, tidak ada sistem pendaftaran melainkan dengan penjangkauan langsung berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya keluarga pada Desil 1 dan 2.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang membangun 100 titik gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Setiap gedung akan menampung siswa jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), dengan total sekitar 300 siswa baru setiap tahun.

“Penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah, karena ini adalah program strategis nasional Presiden,” sebut Mensos.

Sementara, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menyampaikan, bahwa Pemkab Deliserdang berkomitmen mendukung pengembangan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Pemkab Deliserdang, jelasnya, juga berencana membangun dan pemindahan Sekolah Rakyat ke wilayah Kecamatan Hamparan Perak, dengan kapasitas lebih besar serta fasilitas yang disesuaikan dengan standar nasional.

Menurut Lom Lom Suwondo, ke depan jumlah siswa akan meningkat, karenanya fasilitas akan disesuaikan dengan standar, dan kualitas pendidikan terus ditingkatkan. “Anak-anak kita ini sedang dipersiapkan menjadi Generasi Emas Indonesia 2045,” tegas Lom Lom.(DS1)

Editor: AR Manik Raja