Jakarta, Mediautama.news – Dinyatakan bersalah memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai agen ‘mata-mata’, Iran mengeksekusi seorang pria bernama Ali Fahim di tengah meningkatnya ketegangan politik pascagelombang protes antipemerintah.
Eksekusi dengan cara digantung itu dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) waktu setempat, setelah putusannya dikukuhkan oleh Mahkamah Agung Iran. Otoritas Iran menyebut Fahim sebagai bagian dari “elemen musuh” dalam kerusuhan yang terjadi pada Januari lalu.
Dalam laporan yang dikutip dari Mizan Online dan melansir CNBC Indonesia, disebutkan bahwa hukuman mati dijatuhkan setelah proses hukum dinyatakan tuntas dan telah melalui peninjauan di tingkat tertinggi peradilan.
Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian tindakan hukum yang diambil pemerintah Iran terhadap individu yang diduga terlibat dalam demonstrasi besar yang bermula sejak akhir Desember. Awalnya, aksi tersebut dipicu oleh lonjakan biaya hidup, namun kemudian berkembang menjadi protes nasional yang menentang pemerintah dan mencapai puncaknya pada 8–9 Januari.
Pemerintah Iran menilai demonstrasi itu telah berubah menjadi kerusuhan yang dipicu campur tangan pihak asing. Dalam narasi resmi, aksi tersebut tidak hanya diwarnai unjuk rasa, tetapi juga tindakan kekerasan seperti penyerangan dan perusakan fasilitas umum.
Situasi ini berlangsung di tengah meningkatnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan memanas sejak akhir Februari. Ketegangan tersebut turut memperburuk stabilitas keamanan dalam negeri Iran.
Menurut otoritas setempat, lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan, termasuk aparat keamanan dan warga sipil. Pemerintah juga mengaitkan insiden tersebut dengan aksi terorisme yang didukung pihak luar.
Namun, laporan berbeda disampaikan oleh kelompok pemantau independen Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat.
Mereka memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 7.000 orang, dengan mayoritas merupakan demonstran, dan menyebut angka tersebut kemungkinan masih lebih tinggi.(r)
Editor: Edward






