Simalungun, Mediautama.news – Pemerintah Kabupaten Simalungun menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, saat menghadiri Rapat Konsolidasi (Rakon) pelaksanaan program strategis nasional tersebut di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sabtu (11/4/2026).
Rapat konsolidasi tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah, di antaranya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya.
Selain itu, turut hadir perwakilan dari delapan pemerintah kabupaten/kota, jajaran 31 Polres se-Sumatera Utara, para Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel), mitra kerja, yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta koordinator wilayah BGN dan SPPG.
Dalam kesempatan tersebut, Benny Gusman Sinaga yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Simalungun menegaskan, keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh soliditas kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Kolaborasi dan komunikasi antara seluruh stakeholder harus terjalin kuat agar program Presiden ini dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga memaparkan perkembangan pelaksanaan MBG di Kabupaten Simalungun yang menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 51 dapur SPPG telah beroperasi, sementara sekitar 50 dapur lainnya tengah dalam tahap persiapan dan akan segera diluncurkan.
“Setiap minggu ada dapur yang diresmikan. Ini menjadi indikator bahwa program MBG di Simalungun terus bergerak dan berkembang,” jelasnya.
Sebagai penanggung jawab di daerah, Benny menegaskan komitmennya untuk memastikan pengawasan dan monitoring program berjalan optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Fokus kami adalah memastikan program ini berjalan sesuai koridor, tepat sasaran, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi, khususnya bagi peserta didik, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Program ini membuka peluang bagi petani lokal sebagai pemasok bahan pangan serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor pendukung.
Pemerintah Kabupaten Simalungun pun berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak terkait, guna memastikan program unggulan nasional tersebut berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan.(Sim1)
Editor: AR Manik






