Listrik di Medan Padam, Lalu Lintas Macet Parah SPBU Diserbu Warga

Menumpuk: Terlihat lalu lintas menumpuk di tengah persimpangan Jalan Brigjen Katamso dengan Jalan Ir. H. Juanda akibat lampu traffic light padam, Jumat (22/5/2026) malam. (Foto:Rdi)

Medan, Mediautama.news – Padamnya aliran listrik yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kota Medan, sejak Jumat (22/5/2026) sore, berdampak besar pada aktivitas masyarakat, terutama arus lalu lintas yang kacau balau akibat lampu lalu lintas ikut mati total.

Kondisi paling parah terlihat di sejumlah persimpangan utama, salah satunya di persimpangan Jalan Brigjen Katamso dengan Jalan Ir. H. Juanda. Penanda lampu lalu lintas atau lampu traffic light yang padam, mengakibatkan para pengendara sepeda motor maupun mobil saling berebut jalan. Banyak yang nekat menerobos masuk ke persimpangan secara bersamaan, sehingga menyebabkan kemacetan panjang yang sulit terurai.

Suara bising klakson kendaraan terdengar bersahut-sahutan memenuhi ruas jalan. Situasi semakin memanas saat sejumlah pengendara saling bersilang pendapat dan saling menghujat. Masing-masing merasa berhak didahulukan, hingga terjadi perselisihan kecil di tengah jalan. Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan menumpuk di tengah persimpangan, terjebak karena tidak ada yang mau mengalah.

Penumpukan kenderaan juga terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kabar beredar di masyarakat menyebutkan pemadaman ini diperkirakan berlangsung hingga satu minggu lamanya. Hal ini memicu kepanikan warga yang khawatir persediaan bahan bakar menipis atau pasokan terganggu. Akibatnya, warga berbondong-bondong datang mengisi BBM, membentuk antrian panjang yang mengular di hampir seluruh SPBU yang masih beroperasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman listrik massal ini disebabkan oleh gangguan teknis pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang berlokasi di Kabupaten Bungo. Gangguan ini berdampak pada pasokan listrik ke wilayah-wilayah besar di Sumatera.

Aliran listrik di wilayah terdampak diketahui mati mulai pukul 18.30 WIB pada Jumat sore, dan baru dapat dinyalakan kembali secara bertahap pada Sabtu (23/5/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB, setelah tim teknis melakukan perbaikan darurat.(Md1)

Editor: Edward