Medan, Mediautama.news – Terdeteksi sebanyak 79 kali guncangan gempa yang melanda Wilayah Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Satu kali gempa utama, 78 kali gempa susulan. Sebelumnya, gempa 6,0 SR, Sabtu 1 Oktober 2022 sekitar pukul 02.28.41 WIB.
Hasil analisis Balai Metrologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terbaru dengan magnitudo 5,8 SR.
Dalam keterangan tertulisnya, BMKG meriliskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,11° LU ; 98,83° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.
Pada pukul 05.59 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 43 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,1 dan magnitudo terkecil 2,5.
“Sedangkan sampai pukul 15.00 WIB, sudah tercatat 79 kali dengan rincian satu gempa utama dan 78 kali gempa susulan,” kata Endah Puspita Sari, Staf Inatews BBMKG Wilayah I Medan, Sabtu (1/10/2022).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, jelas Endah, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Renun. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tarutung dengan skala intensitas VI MMI ( Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar ), daerah Sipahutar dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).
Daerah Singkil dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Tapaktuan dan Gunung Sitoli dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Informasi sementara diperoleh, gempa bumi ini menimbulkan kerusakan pada beberapa rumah warga di Tapanuli. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepada masyarakat, ia menghimbau, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian, supaya menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
” Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tegasnya. (Md 1)






