Dokter: Olahraga Tetap Penting saat Puasa, Perhatikan Waktu dan Intensitasnya

Olahraga (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Respati, menegaskan bahwa olahraga tetap diperlukan selama bulan puasa, baik itu latihan kardio, latihan beban, maupun fleksibilitas.

“Kita tetap perlu melatih kardio, latihan beban untuk kekuatan otot, dan juga latihan fleksibilitas. Untuk fleksibilitas, seharusnya tidak ada masalah karena stretching tidak terlalu berat, intensitasnya ringan, dan tidak menyebabkan dehidrasi,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/3/2025), dikutip dari Antara.

Namun, ia menekankan bahwa latihan kardio dan beban perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Menurut dr. Andhika, ada beberapa pilihan waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berolahraga selama puasa, yaitu pagi setelah sahur, sebelum berbuka, atau setelah berbuka. “Waktu latihan ini tergantung pada kondisi masing-masing orang, dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan,” tambahnya.

Berolahraga setelah sahur memiliki keuntungan karena cadangan energi dan cairan tubuh masih cukup. Namun, ia mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih jenis olahraga yang dapat menyebabkan banyak keringat, karena bisa berdampak buruk pada tubuh.

Jika ingin berolahraga di pagi hari, ia menyarankan untuk menerapkan beberapa trik agar tidak terlalu banyak berkeringat, seperti berolahraga di tempat berpendingin udara, mengenakan pakaian tipis, dan memilih latihan dengan intensitas ringan. Hal ini dapat membantu mencegah dehidrasi hingga menjelang waktu berbuka.

Sementara, bila akan melakukan olahraga sebelum berbuka puasa, dapat memilih latihan yang ringan yang tidak banyak membutuhkan gula sehingga setelahnya dapat menggunakan lemak sebagai sumber tenaga. “Juga setelah beres bisa minum, jadi mau dibikin agak sedikit berkeringat agak sedikit panjang itu tidak apa-apa asalkan jangan terlalu berlebih karena semakin tinggi intensitas, dikhawatirkan semakin butuh gula yang mana sudah semakin tipis gula yang ada di tubuh,” katanya.

Namun demikian, olahraga setelah berbuka puasa, harus mempertimbangkan juga waktu untuk beribadah, apakah akan beribadah di masjid atau tidak, sehingga durasi olah raga menjadi pertimbangan lain.

Sementara bila melakukan olah raga setelah ibadah sholat tarawih yang biasanya selesai malam, dikhawatirkan akan menyebabkan kekurangan waktu tidur karena jam tidur mundur dan harus bangun kemudian untuk sahur.

“Jadi mendingan kalau mau setelah buka ya sempatkan sebelum tarawih,” tutupnya.(r)

Editor: Edward