72 Harimau di Tiger Kingdom Chiang Mai Tewas Terjangkit Distemper, Wisatawan Diimbau Waspada

Harimau (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Sedikitnya 72 ekor harimau yang berada di kebun binatang Thailand Utara tewas dalam beberapa minggu terakhir, akibat virus mematikan dan infeksi bakteri. Pasca peristiwa ini, wisatawan diberi peringatan.

Mengutip AFP dan dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (22/2/2026), kantor peternakan provinsi di Chiang Mai mengatakan otoritas telah mendeteksi penyebaran virus distemper anjing yang sangat menular serta bakteri yang menyerang sistem pernapasan pada harimau-harimau tersebut. Lokasi kejadian sendiri diidentifikasi sebagai Kebun Binatang, Tiger Kingdom.

Direktur Departemen Peternakan Nasional, Somchuan Ratanamungklanon, kepada media lokal mengatakan, ketika harimau jatuh sakit, lebih sulit untuk mendeteksinya daripada pada hewan seperti kucing atau anjing.

“Pada saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat,” ujarnya.

Organisasi hewan di antaranya PETA Asia kemudian bersuara. “Harimau-harimau ini mati seperti cara mereka hidup, dalam kesengsaraan, kurungan, dan ketakutan,” kata organisasi itu.

Menurut organisasi ini, jika wisatawan menjauh, tempat-tempat ini akan cepat menjadi tidak menguntungkan, dan tragedi seperti ini akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjadi.

Perlu diketahui virus distemper merupakan salah satu penyakit menular paling berbahaya yang menyerang anjing. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menyebar dengan cepat melalui udara, percikan batuk atau bersin, serta kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Distemper bersifat sangat agresif dan dapat menyerang berbagai sistem organ, termasuk saluran pernapasan, pencernaan, perkencingan dan sistem saraf pusat. Gejala yang umum muncul meliputi demam, batuk, keluar leleran dari rongga hidung dan mata, muntah, diare, penurunan nafsu makan, kelemahan, hingga kejang.

Diinformasikan, bahwa virus ini mematikan bagi binatang, tapi tidak menular kepada manusia.(r)

Editor: AR Manik Raja