Ngeri! Pemudik Bisa Tertidur Saat Nyetir di Tol Tanpa Disadari

Mengemudi di Jalan Tol (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Sejumlah kecelakaan kerap terjadi di ruas jalan tol. Hal ini diduga dipicu oleh kondisi pengemudi yang mengantuk. Fenomena yang dikenal sebagai highway hypnosis menjadi salah satu faktor risiko yang mengintai para pemudik di perjalanan jarak jauh.

Perjalanan mudik melalui jalan tol yang relatif mulus, lurus dan minim hambatan memang menawarkan kenyamanan serta kecepatan. Namun di balik itu, kondisi jalan yang monoton justru dapat menurunkan tingkat kewaspadaan pengemudi.

Fenomena highway hypnosis merujuk pada kondisi ketika pengemudi kehilangan fokus atau kesadaran secara sementara saat berkendara, seolah mengemudi tanpa sadar. Hal ini umumnya terjadi di jalan panjang yang lurus dan sepi, sehingga memicu rasa bosan hingga kantuk.

Praktisi kesehatan tidur, Daniel Thomas Suryadisastra, SpN, RPSGT menjelaskan, bahwa kondisi tersebut bukanlah hipnosis secara harfiah, melainkan bentuk penurunan kesadaran akibat kurangnya rangsangan saat berkendara.

“Highway hypnosis bukan berarti dihipnotis oleh jalan, tapi kondisi seperti tertidur saat berkendara di jalan tol,” ujarnya, melansir CNBC Indonesia.

Ia menambahkan, situasi ini dapat berkembang menjadi microsleep, yakni tidur singkat dalam hitungan detik tanpa disadari, yang sangat berbahaya karena bisa memicu kecelakaan.

Menurutnya, karakteristik jalan tol yang stabil dan minim variasi membuat otak kurang mendapatkan stimulasi, sehingga kewaspadaan mudah menurun.

Untuk mencegah hal tersebut, pengemudi yang melakukan perjalanan jauh disarankan untuk bergantian saat menyetir. Jika tidak memungkinkan, beristirahat sejenak menjadi langkah penting.

Salah satu cara efektif adalah dengan menerapkan teknik power nap, yakni tidur singkat selama 10 hingga 30 menit untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan konsentrasi. “Tidur ideal memang 7–8 jam, tapi power nap 10 sampai 20 menit sudah cukup untuk membuat tubuh lebih bugar dan membantu otak kembali fokus,” jelasnya.

Selain itu, pengemudi juga dianjurkan mencari tempat istirahat yang nyaman, seperti rest area, agar dapat berbaring dan merilekskan tubuh secara optimal.

Dengan meningkatnya volume kendaraan saat mudik, kewaspadaan dan manajemen kondisi tubuh menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan di perjalanan.(r)

Editor: Edward