Jakarta, Mediautama.news – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi dan berstatus Level II (Waspada) per 8 Mei 2026.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi magmatik Gunung Dukono kembali meningkat sejak akhir Maret 2026, dengan total 199 kali erupsi dan tinggi kolom abu mencapai 50-400 meter dari puncak.
PVMBG dalam website resminya, Jumat (8/5/2026), melansir CNBC Indonesia, menyampaikan erupsi terbaru terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT, disertai dentuman lemah hingga kuat. Terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 34 mm dan durasi 967.56 detik.
Kolom abu, terpantau berwarna putih hingga hitam pekat, dengan ketinggian sekitar 10 kilometer di atas puncak dan mengarah ke utara, sehingga berpotensi memicu hujan abu di wilayah permukiman hingga Kota Tobelo
PVMBG mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Ancaman lain yang perlu diwaspadai ialah aliran lahar saat hujan, terutama di aliran Sungai Mamuya, Mede, dan Tauni.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya. Sementara itu, BNPB bersama PVMBG dan Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas gunung api serta menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat.
Kementerian Pariwisata juga telah menutup sementara kawasan pendakian Gunung Dukono demi keselamatan warga dan wisatawan. Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik, Basarnas masih memverifikasi laporan dugaan dua wisatawan meninggal dunia di kawasan gunung tersebut.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada, mematuhi rekomendasi resmi, serta menggunakan masker saat terjadi hujan abu vulkanik.(r)
Editor: AR Manik






