Jakarta, Mediautama.news – Otoritas satwa liar Australia menggerebek sebuah peternakan kecoa ilegal di wilayah pedesaan Bathurst, sebelah barat Sydney.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita lebih dari 100.000 kecoa eksotis yang diperkirakan bernilai sekitar US$140.000 atau setara Rp2,5 miliar di pasar gelap.
“Lebih dari 100.000 kecoa selundupan ditemukan dalam penggerebekan di sebuah peternakan komersial di kota Bathurst, sebelah barat Sydney,” tulis AFP, merujuk departemen lingkungan hidup Australia dan menguti CNBC Indonesia, Sabtu (6/6/2026).
Departemen Lingkungan Hidup Australia mengungkapkan, serangga yang ditemukan antara lain kecoa Madagaskar yang mendesis dan kecoa dubia, spesies invasif yang kerap dibudidayakan sebagai pakan reptil peliharaan.
Foto-foto yang dirilis otoritas menunjukkan ukuran kecoa Madagaskar yang cukup besar hingga menutupi telapak tangan orang dewasa. Temuan ini menjadi salah satu penyitaan serangga eksotis terbesar yang pernah dilakukan di negara tersebut.
Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup menegaskan pemerintah akan menindak tegas setiap pelanggaran aturan lingkungan dan biosekuriti. Pihaknya juga mengingatkan pelaku usaha serta pemilik hewan peliharaan agar tidak memperdagangkan maupun memelihara spesies eksotis secara ilegal.
Australia dikenal memiliki regulasi biosekuriti yang sangat ketat untuk melindungi keanekaragaman hayati. Meski budidaya serangga tidak sepenuhnya dilarang, banyak spesies eksotis tidak diizinkan masuk maupun diperbanyak karena berpotensi mengganggu ekosistem lokal.
Sementara itu, anggapan bahwa kecoa mampu bertahan dari ledakan nuklir yang populer sejak era Perang Dingin hingga kini belum terbukti secara ilmiah.(r)
Editor: Edward






