Jakarta, Mediautama.news – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz dan memperingatkan seluruh kapal tidak melintas lewat rute apa pun tanpa persetujuan otoritas Iran.
Selat ini merupakan jalur vital tempat mengalirnya sebagian besar ekspor minyak dunia dari kawasan Teluk.
“Korps Pengawal Revolusi Iran telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz, sekaligus memperingatkan kapal-kapal agar tidak mencoba melintasinya melalui rute apa pun yang tidak disetujui oleh pihak berwenang Iran,” mengutip CNBC Indonesia yang melansir Al Jazeera, Minggu (12/7/2026).
Langkah ini merupakan eskalasi terbaru konflik antara Iran, AS, dan Israel. Pengumuman disampaikan tak lama setelah Oman mengusulkan dua jalur pelayaran terpisah gagasan yang ditolak Teheran, meski kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan pengaturan lalu lintas pelayaran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan sekitar 1.000 rudal telah terkunci arahnya ke Iran, dengan ancaman tambahan ribuan rudal jika Iran berupaya melawannya.
Di sisi lain, serangan udara Israel menghantam Lebanon selatan wilayah Al-Mansouri, sedikitnya tujuh orang terluka.(r)
Editor: Edward






