Home / BERITA UTAMA / KORUPSI

Jumat, 15 November 2019 - 15:09 WIB

Korupsi Ultah Paluta, Oknum Kabag Kesbangpol Dituntut 2 Tahun Penjara

Ket Foto : Oknum Kabag Kesbang Pol Kabupaten Paluta Mahlil Rambe (kanan) dituntut 2 tahun penjara dan Juntan Harahap selaku PPTK HUT ke-10 Pemkab Paluta dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Ket Foto : Oknum Kabag Kesbang Pol Kabupaten Paluta Mahlil Rambe (kanan) dituntut 2 tahun penjara dan Juntan Harahap selaku PPTK HUT ke-10 Pemkab Paluta dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara.

MEDIAUTAMA.CO | Medan – Oknum Kabag Kesbang Pol Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Mahlil Rambe (58) di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan dituntut 2 tahun penjara oleh JPU dari Kejari Paluta. Kamis (14/11/2019).

Sedangkan terdakwa lainnya Juntan Harahap (55), selaku kabid yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kesbangpol Pemkab Paluta (berkas terpisah) dituntut pidana 1 tahun dan 6 bulan penjara.

JPU meyakini kedua terdakwa terbukti bersalah. Yakni melakukan korupsi terkait perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Kabupaten Paluta TA 2017 senilai Rp119.395.000.

Selain Itu, kedua terdakwa juga dituntut masing-masing membayar denda Rp50 juta. Subsidair (dengan ketentuan bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana) 5 bulan kurungan.

Baca Juga : Penuntutan Nora Diundur, JPU Mohon Penetapan Penyitaan Uang dan Sertifikat

JPU meyakini kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pidana Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHPidana.

Yakni bersama-sama secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

IKLAN ADS

Terdakwa Mahlil Rambe dan stafnya Jutan Harahap sengaja membuat bukti pertanggungjawaban belanja dan honorarium tidak sesuai dengan harga sebenarnya atau yang dibayarkan kepada rekanan maupun honorarium panitia pelaksana kegiatan dan honorarium pegawai honorer.

Majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan atas tuntutan JPU (pledoi) pada persidangan selanjutnya.

Baca Juga : Korupsi Rp10,9 M, Pengakuan SPI PDAM Tirtanadi Tidak Fokus ‘Mencengangkan’

Sementara usai persidangan JPU Ferry mengatakan, keduanya tidak dikenakan membayar uang pengganti sebesar Rp119.395.000. Karena telah diserahkan sewaktu tahap penyidikan.

Mengutip dakwaan JPU dari Kejari Paluta itu, laporan penggunaan dana perayaan HUT ke-10 Kabupaten Paluta ke-10 TA 2017 tidak sesuai dengan harga sebenarnya yang dibayarkan kepada rekanan. Antara lain, belanja pakaian batik tradisional sesuai SPJ sebesar Rp68 juta. Namun yang diterima UD Luthfi hanya sebesar Rp6,8 juta.

Belanja sewa hiburan sesuai SPJ sebesar Rp150 juta. Namun yang diterima Jepara Entertainment Sound System Aod Lighting dari saksi Susilawati hanya sebesar Rp75 juta. Dana terhadap 12 pegawai honor yang memeriahkan acara HUT sebesar Rp6,3 juta. Namun yang diserahkan hanya Rp3 juta. Honor pegawai honorer (tidak tetap) sebanyak 35 orang Rp11,5 juta. Namun pada kenyataannya upacara tidak dilaksanakan. 

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

BERITA UTAMA

TMMD Kodim 0203/Lkt Dihiasi Keakraban Satgas Dan Warga

BERITA UTAMA

Bahan Bangunan Masuk Kelokasi TMMD, Termasuk Untuk Mesjid, Pos Kamling dan TPA

BERITA UTAMA

Istirahat,Satgas TMMD Ingatkan Pentingnya Kamtibmas dan Wasbang kepada Warga

BERITA UTAMA

Israel Balas Roket dari Gaza dengan Serangan Udara

BERITA UTAMA

Catat Woi..! Wali Kota Tak Punya Kewenangan Mencopot Sekda

BERITA UTAMA

Kodim 0203/Langkat Rehab 3 Rumah Ibadah

BERITA UTAMA

Tentara Datang ke Kecamatan Wampu, Disambut Gembira