Jalan Lintas Sontang-Duri Rusak Parah, Dinas PUPR Riau Diminta Turun Tangan 

  • Bagikan

MediaUtama | Bonai Darussalam – Kesenjangan pembangunan daerah pinggiran masih terus dirasakan warga di beberapa Desa Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Sudah dua bulan belakangan, Jalan Lintas Provinsi (Jalin Prov) Sontang menuju Kota Duri, Bengkalis rusak parah dan nyaris tak dapat dilalui. Anehnya, pemerintah provinsi melalui Dinas PUPR terkesan lamban dalam penanganan perbaikan jalan tersebut.

Dampak tingginya curah hujan dan tingginya volume arus kendaraan perusahaan yang melintas dari Sontang ke arah Duri, Kabupaten Bengkalis dan sebaliknya, semangkin menyebabkan kondisi jalan kian parah. Kendaraan pribadi termasuk sepeda motor, tidak bisa melintas lagi akibat parahnya kerusakan jalan.

Janji Wakil Gubernur Riau H Edi Natar Nasution yang sudah menginstruksikan pihak PUPR Provinsi Riau untuk turun melihat kondisi jalan rusak di Rohul termasuk di Sontang hingga kini belum satu pegawai PUPR Riau yang cek lokasi jalan rusak.

Kades Sontang, Zulfahrianto SE didampingi Sekdes Mulyadi, Minggu (09/02/2020) menyebutkan, kini titik kerusakan jalan bertambah parah. Bahkan kerusakan bertambah di titik Jalan Sontang batas Kasang Padang.

Karena, hingga kini belum ada penanganan terhadap jalan yang rusak. Bahkan Kades Sontang sudah beberapa kali lakukan perbaikan atas inisiatifnya dengan menimbun tanah di jalan yang becek dan rusak, dengan meminjam alat berat dari perusahaan untuk meratakan tanah.

Bahkan sering kendaraan angkutan berat jenis tronton, trailer angkut buah kelapa sawit maupun cangkang sawit, termasuk mobil angkut CPO, dum truk tronton yang terjebak di jalan rusak. Sedangkan kendaraan pribadi maupun sepeda motor sulit melintasi jalan tersebut. Malah kendaraan bisa bisa terjebak di genangan jalan yang becek, berlumpur dan berlubang.

“Sudah dua bulan belakangan ini kondisi jalan bertambah parah, dan belum ada penanganan perbaikan dari pihak Dinas PUPR Riau. Bila tetap dibiarkan maka akan bertambah hancur dan tidak lagi bisa dilintasi kendaraan.Sementara Aktifitas kendaraan yang melintas 24 jam setiap harinya,” kata Anto Sontang sapaan akrabnya.

Sekdes Sontang, Mulyadi, juga mengaku dirinya sangat prihatin atas kondisi jalan yang ada di daerahnya. Sementara jalan itu satu satunya akses menghubungkan Rohul ke Duri, dan jalan itu jadi aktifitas lalu lintas bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mereka.

“Kades bersama seluruh komponen, sudah berupaya mengatasi jalan rusak namun hanya sekedar bisa menimbunnya saja. Disaat hujan lagi, jalan hancur kembali, begitulah kondisi yang dihadapi sehingga solusinya harus ada penangan segera dari Provinsi Riau,” harap Mulyadi.

Bahkan dalam 3 hari ini, Kades Sontang dan perangkat desa serta OKP dan pemuda juga tokoh masyarakat, kerap turun ke lokasi jalan rusak dan ikut mengatur dan mengawasi kendaraan besar perusahaan yang lalu lalang, agar tidak terjebak di jalan rusak parah.

Kerusakan jalan di Sontang juga mendapatkan respon masyarakat, karena warga tidak lagi dapat beraktivitas terutama untuk bepergian ke Duri. Karena menurut sejumlah warga, kebanyakan pedagang di Sontang belanja untuk memenuhi kebutuhan dagangnya memilih ke Duri, karena lebih dekat.

“Tapi sekarang kita kesulitan lewat di jalan yang rusak parah, padahal dua hari sekali kita belanja ke Duri untuk memenuhi dagangan di kedai kita. Kalau ke Pasir Pangaraian terlalu jauh, lebih dekat Duri,” tegas Putra pedagang di Desa Sontang.

 

 (MU/Rahmat)

  • Bagikan