Pertarungan Akhyar Melawan Bobby di Pilkada Bukan Masalah Siapa Nasution

Ket Foto : Pertarungan Akhyar Melawan Bobby di Pilkada Bukan Masalah Siapa Nasution. (Pakarberita.com

MediaUtama | Medan – Pertarungan Akhyar melawan Bobby menjadi sesuatu yang menarik dalam kontestasi Pilkada Kota Medan 2020. Keduanya sama bermarga Nasution, sebuah marga dari Tanah Mandailing.

Belakangan ini, pertarungan mereka kian memanas. Masing-masing kubu telah menunjukkan eksistensinya.

Pengamat politik kota Medan, Arifin Saleh Siregar menyoroti dua petarung bermarga Nasution ini. Bukan hanya soal marga, tapi keduanya juga berasal dari partai yang sama, PDI Perjuangan, meski kini Akhyar tidak lagi menjadi kader parpol tersebut.

Menurut Arifin, sukuisme kota Medan masih kental. Namun bukan berarti menjadi tolak ukur, walaupun faktor kesukuan merupakan salah satu indikator dalam pertarungan pilkada.

“Latar belakang kesukuan tidak banyak menjadi masalah. Begitu juga dengan latar belakang keluarga serta kematangan dan pengalaman dan media sosial,” kata Arifin dilansir dari Pakarberita.com, Jumat (04/09/2020).

Akhyar Melawan Bobby, Warga Medan Memandang ke Arah Objektifitas

Arifin menilai, masyarakat Kota Medan sudah cerdas dan tidak lagi mengedepankan keinginan, tetapi kebutuhan untuk memilih pemimpin yang layak.

Baca JugaMaju di Pilkada, Bobby Nasution-Aulia Rahman Daftar ke KPU Kota Medan Naik Vespa  

“Siapa nanti yang memimpin tergantung dari kemampuan pasangan yang bisa memenuhi serta menyahuti kebutuhan dan harapan masyarakat. Kebutuhan ini kan terkait masalah yang terjadi pada masyarakat Kota Medan,” tegasnya.

Hal ini tergantung kepada kedua pasangan bagaimana mengoptimalkan dan memotivasi indikator untuk dapat memanfaatkan situasi politik tersebut. Apakah Bobby mampu memanfaatkan medsos untuk pertarungan pilkada.

Pasalnya, Bobby lebih populer daripada Akhyar pada platform medsos dan banyak serangan hitam atau black compaign mengarahnya ke Akhyar.

Kemudian, lanjutnya, apakah juga nanti Akhyar mampu memanfaatkan indikator dirinya sebagai incumben yang sudah berpengalaman.

Baca JugaKader Senior PDIP Tolak Usung Bobby – Aulia, Siap Menangkan Akhyar

“Itu tergantung bagaimana nanti mereka mengedepankannya. Ini belum bisa diprediksi, siapa yang lebih unggul untuk memimpin kota Medan ke depan,” katanya.

Arifin menjelaskan, persoalan pertarungan dalam Pilkada tersebut, ada pada kemampuan kedua pasangan untuk mempengaruhi masyarakat Kota Medan dengan indikator-indikatornya.

Dari sisi sukuisme dan marga tidak begitu menonjol sebab sama-sama satu suku. Begitu juga dengan marga/boru yang lain, tidak akan mempermasalahkan hal itu.

“Jadi intinya masyarakat lebih melihat ke arah objektifitas, bukan subjektifitas,” ucapnya.

Dari sisi partai politik (Parpol), yakni sama-sama kader PDI-P, bahwa dalam pertarungan Bobby Nasution versus Akhyar Nasution, Bobby lebih menjadi sorotan daripada Akhyar.

“Yang pasti memang pada lain pemilihan daerah ada seperti itu. Tapi tidak semua daerah seperti itu. Kalau di Medan kita tidak tahu apakah ini secara normal atau by design semata. Kita tidak bisa memandang lebih jauh persoalan ini,” pungkasnya.

 

[MU/PBC]