Jakarta, Mediautama.news – Anutin Charnvirakul resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand pada Jumat (5/9/2025). Ia menang telak dalam pemungutan suara parlemen, mengalahkan kandidat Partai Pheu Thai yang selama ini identik dengan dominasi keluarga mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Melansir Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia, Anutin dengan mudah melampaui ambang batas lebih dari separuh suara majelis rendah yang dibutuhkan, berkat dukungan kuat dari oposisi.
Dikenal sebagai politikus cerdik dan ahli membangun koalisi, Anutin berhasil menempatkan partainya, Bhum Jai Thai, secara strategis di tengah pertarungan elite politik Thailand. Hal itu membuatnya berperan penting dalam sejumlah pemerintahan koalisi selama bertahun-tahun penuh gejolak.
Kekalahan rivalnya, Chaikasem Nitisiri, menjadi pukulan telak bagi Pheu Thai—partai populis yang dulu tak terbendung di bawah pengaruh Thaksin Shinawatra. Sehari sebelumnya, Thaksin diketahui meninggalkan Thailand menuju Dubai, tempat ia menghabiskan sebagian besar 15 tahun terakhir dalam pengasingan.
Krisis internal Pheu Thai kian memuncak sejak Juni lalu setelah Anutin menarik dukungan dari aliansi mereka. Pemerintahan koalisi kemudian hanya bertahan dengan mayoritas tipis, di tengah protes dan merosotnya popularitas. Situasi semakin memburuk setelah Mahkamah Konstitusi memecat Paetongtarn Shinawatra, putri sekaligus penerus politik Thaksin, pekan lalu.
Dirinya adalah perdana menteri keenam dari atau yang didukung oleh keluarga Shinawatra yang akan dicopot oleh militer atau pengadilan.
Kemenangan Anutin dalam pemungutan suara DPR hari Jumat merupakan hasil dari pakta dengan Partai Rakyat, partai oposisi progresif, kekuatan terbesar di parlemen.
Anutin merupakan seorang veteran politik yang pernah memimpin perusahaan konstruksi keluarganya, adalah mantan wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan yang menjabat sebagai tsar COVID-19 Thailand.
Sebagai seorang royalis yang teguh, Anutin dianggap sebagai seorang konservatif, meskipun ia membuat namanya sendiri dengan memimpin kampanye yang sukses untuk mendekriminalisasi ganja di Thailand, yang menyebabkan ledakan ribuan pengecer ganja.(r)
Editor: Edward






