DPRD SUMUT IMBAU WARGA TAK TIRU AKSI TINJU POHON PISANG ‘SALAM DARI BINJAI’

  • Bagikan

MediaUtama.News – Pohon pisang warga di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), tumbang ditinju bocah-bocah yang meniru adegan di video viral ‘Salam dari Binjai’. DPRD Sumut mengimbau orang tua mengawasi anak-anaknya agar tak meniru aksi di video itu.

“Saya mengimbau pada orang tua, untuk rajin mengontrol atau memutabaah anak-anaknya. Jangan sampai latah terhadap sesuatu yang viral. Kalau itu positif dan baik, it’s oke. Namun kalau itu kurang baik, waduh bisa jadi berpotensi masalah ke depannya,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, Senin (1/11/2021).

Hendro mengatakan dirinya merupakan putra asli Binjai. Menurutnya, banyak hal positif yang ada dan bisa ditiru dari Binjai.

“Binjai ini dikenal dengan kota rambutan dari dulunya, bahkan beberapa kurun waktu belakangan ini, ada lagi varietas produk hortikultura, yakni buah jambu madu, rasa manis, buah besar, dan banyak orang yang mencarinya. Salam dari binjai juga ada tempat wisata yang natural seperti di antaranya sawah lukis dan lain sebagainya,” ucapnya.

“Binjai juga ada atlet yang mendapat emas pada PON ke-20 di Papua kemarin, dan cabor wushu juga atlet Binjai,” sambung Hendro.

Dia mengimbau semua pihak untuk menyebar hal-hal positif di media sosial. Menurutnya, menjadi viral juga bisa dilakukan dengan prestasi.

“Terkait ‘salam dari Binjai’ yang viral dengan aktivitas sambil memukul mukul pohon pisang, ini merupakan kurang pantas. Pohon pisang itu berkontribusi menghasilkan buah pisang, yang memiliki kandungan vitamin dan khasiat lainnya. Ya kalau mau viral, dengan cara yang elegan lah. Nggak perlu juga sampai mukul-mukul pohon pisang. Masih banyak cara cara yang elok untuk menjadi tenar. Viral dengan prestasi itu baru keren, baik bidang olahraga, akademis dan lain sebagainya,” ucap politikus PKS ini.

Pemprov Sumut Nilai Belum Mengkhawatirkan

Kabid Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sumut, Harvina Zuhra, mengatakan salam dari Binjai hanya viral atau diketahui sebagian warga lewat media sosial. Dia menyebut masih banyak orang-orang, termasuk yang tinggal di Binjai, tak tahu soal viralnya salam dari Binjai.

“Viralnya di dunia maya saja, biasa saja. Sebetulnya di tengah masyarakat sih nggak terlalu ini ya. Karena saya juga orang tua di Binjai, tanya ini (viral salam dari Binjai) tahu nggak? Nggak tahu, pada nggak tahu,” ucap Harvina.

Dia menilai video itu juga punya sisi positif, yakni memperkenalkan Binjai. Harvina juga menilai aksi tinju pohon pisang hingga tumbang itu tak akan membuat pohon pisang punah.

“Di desa, perkampungan belum terlalu. Pohon-pohon pisang itu kan banyak dan kebun pisang itu banyak. Beda sama di kota agak-agak jarang. Terus orang nyangkanya, kalau pisang itu memang ada waktunya dia mati. Kan pohonnya setelah dia berbuah dia akan mati. Mungkin ini kan memang tidak terlalu merusak alam sih, dia memang bakal mati pohon pisang, sekali berbuah kan dia mati,” ucapnya.

“Menurut aku sih nggak terlalu ada yang dikhawatirkan. Itu kan pendapat pribadi, karena memang melihat sitiasinya langsung sih, nggak sempat merusak populasi, merusak alam,” sambung Harvina.

Viral Salam dari Binjai

Aksi meninju pohon pisang disertai salam dari Binjai itu viral di dunia maya. Dalam video viral itu, ada seorang pria mengucapkan ‘salam dari Binjai’ sebelum dan sesudah melakukan aksinya.

Pria bernama Paris Pernandes itu awalnya menyapa dengan ‘salam dari Binjai’. Dia kemudian mempersilakan warga lain menggunakan salam itu, tapi bukan untuk bahan ejekan.

“Sebelumnya aku nggak nyangka kita bakalan viral salam dari Binjai. Kalau misalkan kalian mau buat konten lucu-lucuan, tidak apa-apa, tapi jangan ngeledek,” kata Paris dalam video itu.

Paris kemudian bersiap memukul pohon pisang itu. Dia tidak lupa mengucapkan salam khas sebelum memukul pohon pisang hingga roboh.

“Salam dari Binjai,” kata Paris dalam video itu.

Ucapan tersebut viral di dunia maya lewat video aksi tinju pohon pisang yang dilakukan seorang pria. Usut punya usut, pria tersebut merupakan mantan atlet tinju.

“Saya dulu atlet nasional tinju,” kata Paris Pernandes saat dihubungi, Selasa (26/10).

Ditiru Bocah-bocah

Adegan meninju pohon pisang hingga tumbang itu ternyata ditiru bocah-bocah di Deli Serdang dan membuat pohon pisang milik salah satu warga tumbang. Cerita itu disampaikan seorang warga Lubuk Pakam, Alhafizu.

Dia mengatakan pohon pisang yang ditanam ibunya bertumbangan gara-gara dipukul bocah-bocah. Saat ditegur, bocah-bocah itu kemudian membalas ‘salam dari Binjai’.

“Nah, aku keluarlah, negur orang itu, eh malah pada ngeledek, bilang ‘salam dari Binjai’. Karena kutengok cuma yang kecil-kecil saja (pohon pisang) yang hancur dibuat orang itu, ya sudah ku-diamin,” ujarnya, Jumat (29/10).

Setelah dicek, katanya, ternyata ada pohon pisang besar dan sedang berbuah yang sudah miring. Dia menduga pohon itu juga ditinju bocah-bocah tersebut.

“Eh, pas sorenya kucek, rupanya yang besar udah miring posisinya, mana lagi berbuah. Kurasa pun karena udah habis tenaga orang itu, makanya nggak sampai tumbang pohonnya. Kasihan mamak pas lihat pohon pisangnya dikit lagi tumbang. Masalahnya bocah-bocah itu pula pelakunya,” tuturnya. (REP/detik)

 138 views

  • Bagikan
Call Now ButtonKRITIK & SARAN