Menu
POSITIF MEMBANGUN BANGSA

NASIB NAHAS REMAJA DI CENGKARENG, JADI KORBAN SALAH SASARAN TAWURAN, TEWAS DIBACOK DI KEPALA

  • Bagikan

MediaUtama.News – Kejadian nahas harus dialami seorang remaja di Cengkareng.

RC (15) tewas diduga menjadi korban salah sasaran tawuran antarkelompok remaja pada Rabu (5/1/2022).

Kapolsek Cengkareng AKP Endah Pusparini mengatakan, RC diduga menjadi korban salah sasaran saat tawuran antarkelompok remaja pecah di dekat Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Jadi, korban ini anak sekolah yang bukan bagian dari mereka (pelaku tawuran). Mereka itu kayak korban salah sasaran, karena berada pada waktu yang salah, di tempat yang salah, ketika salah satu kelompok tawuran mau melintas,” jelas Endah saat dikonfirmasi, Kamis (6/1/2022).

Endah mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, teman korban mengatakan bahwa ketika melintas mengendarai motor bersama korban, mereka tidak tahu tentang tawuran tersebut.

“Jadi mereka (korban) ini tidak tahu menahu,” kata dia.

Endah mengatakan, polisi sudah mengantongi identitas seluruh terduga pelaku tawuran.
“Korban ini warga Cengkareng, pelaku adalah warga Kalideres, sekolah SMP pelaku sudah kami ketahui semua,” kata Endah.
Hinga Kamis sore, Kanit Reskrim Cengkareng Iptu Bintang mengatakan, pihaknya telah memeriksa 16 orang.
16 orang tersebut terdiri dari kedua kelompok tawuran dan teman-teman korban.
“Saat ini masih dimintai keterangan semuanya,” kata Bintang, Kamis sore.
Sementara itu, berdasarkan gambar yang diterima, terlihat jasad RC berada di atas kasur rumah sakit. Tubuh RC terkapar dengan celurit yang masih menancap di kepalanya.
Pamit main PlayStation
 
Pada Rabu siang itu, sepulang sekolah, RC pamit untuk pergi bermain Playstastion bersama teman-temannya.
“Waktu itu dia pulang sekolah, minta uang buat jajan. Pergi pamit mau main PlayStation sekitar jam 14.00 WIB,” ungkap Asaroh, tante dari RC, di Jakarta Barat, Kamis.
Asaroh mengatakan, RC pergi bersama empat temannya yang datang dengan dua motor.
“Dia posisinya berdua sama teman, jadi boncengan bertiga, dia di tengah. Yang satu motor lagi boncengan berdua. Jadi ada dua motor,” kata Asaroh.
Hanya berselang dua jam, Asaroh dan anggota keluarga lain tiba-tiba mendapat telepon dari rumah sakit. Kabar duka datang, RC dalam perawatan karena terluka parah.
“Pihak keluarga tahu kabar korban luka pukul 16.00 WIB, tiba-tiba ada telepon dari Rumah Sakit Cengkareng. Satpam yang kasih tahu keluarga,” tutur Asaroh.
Setibanya di rumah sakit, korban terlihat sudah terkapar di atas kasur dengan luka parah di bagian kepala. Namun, saat itu korban masih hidup.
“Pas dibawa ke rumah sakit korban belum meninggal,” kata Asaroh.
Meski mengalami luka berat di bagian kepala seusai terkena senjata tajam, RC disebut masih sempat berkomunikasi dengan teman-temannya.
Bahkan, teman-teman RC masih bisa menyemangati korban di rumah sakit. Korban pun masih bisa merespons teman-temannya.

“Temannya ngomong, ‘Kuat, ayo kuat,’ lalu dijawab, ‘Iya kuat’,” kenang Asaroh.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus bergulir, khususnya untuk menemukan eksekutor pembacokan RC. (REP/kompas)

 100 views

  • Bagikan
Call Now ButtonKRITIK & SARAN