SUMUT  

Kasus Malaria di Kota Medan Berasal dari Daerah Endemis

Ilustrasi, Nyamuk Malaria (iStock)

Medan, Mediautama.news – Kota Medan bukan termasuk daerah endemis malaria. Kasus malaria di Kota Medan berasal dari daerah endemis.

Hal itu dikatakan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan dr Pocut Fatimah Fitri, Senin (3/10/2022).

Menurutnya, Dinas Kesehatan Medan mencatat tidak mengalami peningkatan jumlah kasus malaria di Kota Medan.

“Kasus yang ada di rumah sakit (RS) Kota Medan, sebagian besar adalah rujukan dari luar Kota Medan,” tegasnya.

Data sistem informasi malaria (Sismal) dari Kota Medan sampai dengan Agustus 2022, jelasnya, total ada 90 kasus dengan rincian, dari bulan Januari sembilan kasus, Februari lima kasus, Maret 12 kasus, April 10 kasus, Mei 13 kasus, Juni 14 kasus, Juli 15 kasus dan Agustus 12 kasus.

” Terdiri tujuh RS rujukan dari RSUP H Adam Malik 18 orang, RSU Colombia 38 orang, RS Siloam 11 orang, RS USU Medan enam orang, RS Bhayangkara empat orang, RS Murni Teguh 10 orang, RS Elisabeth tiga orang,” ujarnya.

Menurut dia, pasien positif yang dilayani di RS rujukan Kota Medan berasal dari kabupaten endemis malaria dan yang bepergian ke daerah endemis malaria yakni Provinsi Papua tujuh orang, Riau lima orang.

Kemudian, Provinsi Sumatera Barat satu orang, Jawa Tengah satu orang, Labuhanbatu satu orang, Asahan 37 orang, Batubara 13 orang, Serdang Bedagai 17 orang, Nias Selatan dua orang, Labuhanbatu Utara tiga orang, Langkat satu orang.

Upaya yang dilakukan Medan dalam penanganan kasus malaria antara lain, pelatihan E-Sismal bagi rumah sakit rujukan, pelatihan E-Sismal buat Puskesmas tahun 2023.

Selain itu, ucapnya, dengan mendistribusikan obat anti malaria ke rumah sakit rujukan, dan melaporkan kasus malaria melalui aplikasi E-Sismal setiap bulan. (Md 1)