SUMUT  

PAD Parkir Rendah, Fraksi NasDem DPRD Medan Usulkan Perubahan Perda No 2 Tahun 2014

Medan, Mediautama.news – Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor SSos mengatakan, tarif parkir di kota Medan sangat rendah. Hal ini mengakibatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak meningkat.

” Karenanya, Fraksi Nasdem DPRD Medan akan mengusulkan kenaikan tarif parkir di Kota Medan , ” ujar Antonius saat menyosialisasikan Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Retribusi Daerah, Sabtu (5/8/2023) di Jalan Karya Mesjid, Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat.

Menurut Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan ini, berdasarkan hasil kunjungannya di daerah lain, retribusi parkir di Kota Medan paling kecil dibanding kota-kota lain di Indonesia.

Pada pasal 10 Perda Nomor 2 Tahun 2014, jelasnya, bahwa struktur dan besaran tarif pelayanan parkir yaitu Kelas I (R4 = Rp. 3.000 dan R2 = Rp. 2.000) kemudian Kelas II (R4 = Rp. 2.000 dan R2 = Rp. 1.000).

Dari tahun 2014 sampai sekarang sudah 9 tahun, ujarnya, tarif parkir di Kota Medan tidak mengalami perubahan

“Rencana kenaikan tarif parkir ini nantinya kendaraan R4 menjadi Rp. 5.000 dan R2 menjadi Rp. 3.000 tanpa ada perbedaan Kelas I dan Kelas II. Dengan kata lain, rencana perubahan tarif baru ini berlaku untuk seluruh lokasi parkir yang ada di Kota Medan,” terangnya.

Target PAD dari retribusi parkir sebesar Rp 51.8 M tahun 2023, tapi sampai bulan Juli baru terealisasi masuk PAD Rp 14 M.

Dibanding Kota Banda Aceh yang lebih kecil dari Medan, lanjutnya, memiliki tarif retribusi R4 = Rp. 4.000 dan R2 = Rp. 2.000, Kota Surabaya dan Bandung sudah lebih dulu menaikkan tarif parkir retribusi R4 = Rp. 5.000 dan R2 = Rp. 3.000.

Untuk itu, tambah Antonius, atas kenaikan tarif parkir ini, Fraksi NasDem akan mengusulkan untuk mengajukan perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2014.

Anggota Komisi 4 ini menegaskan, banyak program Wali Kota Medan Bobby Nasution di bidang kesejahteraan sosial seperti bidang kesehatan. Semua warga Medan sudah tercover BPJS Kesehatan lewat UHC.

“Meski kepada masyarakat gratis, tapi ke BPJS tidak gratis, Pemko membayarnya ke BPJS. Biayanya puluhan miliar, tentu harus didukung PAD Pemko yang besar, salah satunya dari sektor perparkiran ,” tegasnya.

Karenanya, ia mengajak masyarakat mendukung setiap program Wali Kota Bobby Nasution yang sangat mulia.

” Kalau tidak didukung PAD yang besar lewat pajak dan retribusi, tidak mungkin program wali kota bisa berhasil, mari kita dukung,” pungkasnya. (Dewa 1)

Editor: Edward