‘Love Scamming’ Ancam Dunia Maya, Kapolri Ingatkan Warga untuk Lebih Hati-Hati

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat berbicara dalam acara Program Mentoring Berbasis Risiko, di Gedung PPATK, Jakarta, Kamis (8/5/2025).(Fito: ANTARA/Rio Feisal)

Jakarta, Mediautama.news – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber, terutama modus ‘love scamming’ penipuan dengan berpura-pura mencari pasangan atau cinta.

“Korban love scamming kini semakin banyak. Biasanya berawal dari iseng, lalu berujung kecanduan,” ujar Kapolri dalam Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko) di Gedung PPATK, Jakarta, Kamis (8/5), dikutip dari Antara.

Kapolri menekankan bahwa kejahatan ini bisa menimpa siapa saja, tanpa mengenal usia. Ia juga mengungkapkan bahwa modus ini kerap terjadi di ruang-ruang virtual yang bersifat pribadi atau tertutup.

“Begitu ada celah dan ketertarikan, korban bisa terjebak dan akhirnya kecanduan. Ini sering terjadi,” jelasnya.

Kapolri juga mengungkapkan bahwa latar belakang para korban sangat beragam, termasuk dari kalangan profesional.

“Jabatannya macam-macam. Tapi saya tidak bisa sebutkan satu per satu karena menyangkut privasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Polri sempat mengungkap kejahatan siber love scamming berjaringan internasional yang beroperasi di Indonesia dengan menyasar korban dari berbagai negara. Pengungkapan tersebut terjadi pada tanggal 19 Januari 2024.

Pada saat ini, Polri mengamankan 19 warga negara Indonesia yang terdiri atas 16 laki-laki dan tiga perempuan.

Adapun korban asal Indonesia berjumlah satu orang, sedangkan 367 lainnya berkewarganegaraan asing, seperti Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Afrika Selatan, Jerman, Maroko, Turki, Portugal, Hungaria, India, Yordania, Thailand, Austria, Filipina, Kanada, Inggris, Moldova, Rumania, Italia, dan Kolombia.(r)

Editor: Edward