Jakarta, Mediautama.news – Seorang wali kota di Honduras, Francisco Martinez, tewas ditembak oleh kelompok bersenjata di tengah pencalonannya kembali dalam pemilihan umum mendatang. Insiden itu terjadi saat tahun politik, namun polisi menegaskan pembunuhan tersebut tidak terkait dengan motif politik.
Martinez (45), Wali Kota San Isidro di wilayah barat laut Honduras, diculik dari sebuah motel di kota Siguatepeque pada Rabu malam waktu setempat. Ia ditemukan tewas dengan luka tembak di luar lokasi, demikian disampaikan kepolisian pada Kamis.
“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa motif pembunuhan ini kemungkinan besar adalah balas dendam pribadi, bukan karena aktivitas politik,” ujar juru bicara kepolisian seperti dikutip AFP dan dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (11/7/2025).
Martinez diketahui mencalonkan diri kembali sebagai wali kota dari Partai Nasional, oposisi sayap kanan, dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2025.
Menurut catatan kepolisian, pada 2015 Martinez pernah ditangkap karena diduga mencoba membunuh pacar putrinya menggunakan parang, namun ia dibebaskan pada tahun berikutnya.
Honduras dikenal sebagai salah satu negara paling rawan kekerasan di Amerika Latin. Perdagangan narkoba, aksi kelompok bersenjata, dan dominasi geng menjadi faktor utama tingginya angka kejahatan di negara tersebut.(r)
Editor: Edward






