Pencarian 6 ABK KM Osela Tenggelam di Pulau Gelasa Libatkan 109 Personel

Pengarahan: Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang I Made Oka Astawa saat memberikan pengarahan kepada tim gabungan pencarian ABK KM Osela yang tenggelam di perairan Pulau Gelasa, Bangka Belitung, Jumat (15/8/2025).(Foto:ANTARA/HO-Humas Kansar Pangkalpinang/aa).

Pangkalpinang, Mediautama.news – Tim gabungan mengerahkan 109 personel dan enam kapal untuk mencari enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Osela yang tenggelam di perairan Pulau Gelasa, Bangka Belitung pada Jumat (15/8/2025).

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan enam orang yang belum ditemukan ini,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Rabu (20/8/2025), dikutip dari Antara.

Area pencarian, jelasnya, diperluas hingga 3.310 Nm dengan pola parallel search pattern, mencakup lima sektor pencarian. Sebanyak lima tim unit SAR (SRU) dikerahkan di laut, ditambah satu tim udara.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan e-broadcast serta pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas agar ikut membantu pencarian. “Apabila menemukan, dapat segera menghubungi kami,” kata Oka.

Jika korban ditemukan, lanjut dia, akan dievakuasi ke RSUD Depati Hamzah.

Sebelumnya, Kantor SAR Kelas B Pangkalpinang menerima laporan KM Osela pecah akibat cuaca buruk dan tenggelam di perairan Karang Mardalena, Pulau Gelasa, pada Jumat (15/8/2025).

Informasi tersebut diterima dari salah satu nelayan, Afen, pada Minggu (17/8) pukul 11.27 WIB, yang menginformasikan pada pukul 07.20 WIB menemukan satu orang yang tersangkut di bagan kapal miliknya, mengapung menggunakan alat apung gabus dalam keadaan selamat.

Korban pertama berinisial H adalah Kapten KM Osela dan berdasarkan penuturannya kapal berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tanjungpandan menuju perairan Karang Mardalena untuk mencari ikan pada 14 Agustus 2025 dengan sembilan ABK.

Selanjutnya pada 15 Agustus 2025 pukul 04.00 WIB kapal pecah saat menghadapi cuaca buruk dan langsung tenggelam di Perairan Mardalena, sebelah utara Pulau Gelasa.(r)

Editor: Edward