Serangan Bom Jelang Pemilihan Presiden di Kolombia, Tewaskan 14 Orang

Presiden Kolombia Gustavo Petro (Foto:Dok/AP)

Jakarta, Mediautama.news – Sebuah serangan bom mematikan mengguncang jalan raya di wilayah rawan konflik, Departemen Cauca, barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). Insiden yang terjadi menjelang pemilihan presiden ini, menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya, serta meninggalkan kepanikan di masyarakat.

Pemerintah langsung menuding aksi kekerasan terbaru ini merupakan ulah kelompok sisa pemberontak FARC yang kini membangkang, yang selama ini dikenal menyebarkan teror dan menguasai perdagangan narkoba di wilayah tersebut.

“Mereka yang melakukan ini adalah teroris, fasis, dan pengedar narkoba. Saya ingin pasukan terbaik kami segera menghadapi mereka,” tegas Presiden Gustavo Petro dalam unggahannya di media sosial, Minggu (26/4/2026).

Presiden berhaluan kiri ini bahkan menyandingkan dalang di balik serangan ini, Ivan Mordisco yang merupakan buronan paling dicari dengan bos narkoba legendaris, mendiang Pablo Escobar.

Berdasarkan data terbaru, mengutip laporan AFP dan melansir CNBC Indonesia, jumlah yang tewas akibat insiden tersebut sebanyak 14 orang. Ledakan dahsyat itu tidak hanya merenggut nyawa, tapi juga merusak sejumlah kendaraan dan meninggalkan kawah besar di permukaan jalan. Gubernur Cauca, Octavio Guzman, membagikan momen mengerikan di mana korban terlihat tergeletak tak berdaya di lokasi kejadian.

Saksi mata mengaku ledakan begitu kuat hingga tubuh mereka terlempar beberapa meter. Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih mencari warga yang dilaporkan hilang, dan dikhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah.(r)

Editor: Edward