Terjebak di Habitat Harimau, 20 Wisatawan Ditinggal Pemandu karena Bus Mogok

Harimau (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Sebanyak 20 wisatawan, termasuk anak-anak, terlantar di Taman Nasional Ranthambore, India, setelah kendaraan safari yang mereka tumpangi mogok.

Situasi semakin buruk ketika pemandu safari justru meninggalkan rombongan di tengah hutan dan tidak pernah kembali.

Insiden terjadi pada Sabtu (16/8) sore sekitar pukul 18.00 waktu setempat, saat kendaraan safari jenis Canter mogok di Zona 6 taman nasional.

Menurut keterangan wisatawan, pemandu sempat beralasan akan mencari kendaraan pengganti, namun tak kunjung kembali.

“Pemandunya bilang akan ambil kendaraan lain, tapi dia pergi dan tidak kembali. Kami terjebak di hutan sampai malam,” ujar salah satu wisatawan, dikutip Hindustan Times, Selasa (18/8), dan dilansir dari CNNIndonesia.com.

Rombongan wisatawan akhirnya berhasil diselamatkan setelah menunggu sekitar 1,5 jam. Belakangan terungkap sempat terjadi perdebatan antara wisatawan dan pemandu sebelum kejadian.

Kasus ini mencuat setelah video para wisatawan terjebak di hutan beredar luas di media sosial. Pihak pengelola taman langsung merespons dengan melakukan penyelidikan internal atas insiden tersebut.

Sebagai langkah awal, Wakil Konservator Kehutanan (DCF) Pramod Dhakad melarang tiga pengemudi dan satu pemandu untuk masuk ke kawasan taman nasional selama proses investigasi.

Mereka yang dilarang adalah Kanhaiya, Shehzad Choudhary, Liaqat Ali, dan pemandu Mukesh Kumar Bairwa. Asisten Konservator Kehutanan Ashwini Pratap telah ditunjuk untuk memimpin penyelidikan.

Sementara itu, Direktur Lapangan Taman Nasional Ranthambore, Anoop KR, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama.

“Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun, baik pemandu maupun pengemudi, yang terbukti lalai,” tegasnya.

Taman Nasional Ranthambore adalah salah satu destinasi safari terpopuler di India, terkenal sebagai habitat harimau Bengal Kerajaan. Safari di sana menggunakan kendaraan Canter, bus terbuka berkapasitas 20 orang, yang melayani wisatawan untuk menjelajahi satwa liar di berbagai zona.(r)

Editor: Edward